Skip to content

PRINSIP MEKANIK

2009 November 7
Posted by gagahbanar

TOPIK 1
Sistem Pengukuran
SATUAN DASAR IMPERIAL DAN METRIC
Sistem pengukuran imperial merupakan satuan dasar pengukuran dan sebanding dengan
system metric. Ukuran satuan dasar adalah :
· Panjang
· Luas
· Volume
· Berat
· Temperatur (suhu)
PANJANG
Metric – millimeter (mm), centimeter (cm), meter (m), kilometer (km).
Referensi
10 millimeter = 1 centimeter
100 centimeter = 1 meter
1000 millimeter = 1 meter
1000 meter = 1 kilometer.
Imperial – inchi (in), foot (ft), yard (yd), mile.
Sistem imperial pada umumnya tidak memakai pre-fixes untuk pengukuran kecuali 1/1000
inchi (.001). Pemakaian bilangan pecahan yang dipakai pada inchi seperti: 1/64, 1/32, 1/16,
1/8, 1/4, 1/2, dll.
Referensi
12 inchi = 1 foot
3 feet = 1 yard
36 inchi = 1 yard
63,360 inchi = 1 mil
5,280 feet = 1 mil
1,760 yard = 1 mil

Ukuran panjang yang lain seperti: chain, furlong, fathom dan nautical mil biasanya dipakai
pada industri perkapalan.
1 chain = 22 yards (panjang cricket pitch)
1 furlong = 10 chain
8 furlong = 1 mil
1 fathom (pengukuran pada kelautan untuk kedalaman air) = 6 feet
1 nautical mil = 6076 feet.
Konversi
1 inchi = 25.4 mm
1 inchi = 2.55 cm
1 foot = 305 mm (.305 mm)
1 yard = 915 mm (.915 mm)
1 mile = 1.61 km.
LUAS
Metric – millimeter persegi (mm2), centimeter persegi (cm2), meter persegi (m2), hektar
(ha).
Referensi
1 hektar = 10,000 m2.
Imperial – inchi kuadrat (in2), foot kuadrat (ft2), yard kuadrat (yd2), Acre.
Referensi
1 foot kuadrat = 144 inchi kuadrat
1 yard kuadrat = 9 feet kuadrat
1 acre = 4840 square yards
1 mile kuadrat = 640 acres.
Konversi
1 inchi kuadrat = 0.000645 meter kuadrat
1 foot kuadrat = .0929 meter kuadrat
1 yard kuadrat = .836 meter kuadrat
1 mil kuadrat = 2589,988 meter kuadrat.

VOLUME (LIQUID)
Metric – milliliter (ml), kubik centimeter (cc atau cm3), liter (l), meter kubik (m3).
Referensi
1 milliliter = 1 centimeter kubik
1 liter = 1000 milliliter
1 meter kubik = 1000 liter
Imperial – Fluid ounces (fl ounce), Pint, Quart, Gallon, Barrel (oil).
NOTE:
Pengukuran UK imperial dan US imperial untuk volume yang mempunyai satuan sama walaupun
nilainya berbeda yaitu 1 UK Gallon sama dengan 4.54 liter dan 1 US gallon sama dengan 3.78 liter.
Referensi(UK)
1 Pint = 20 fluid ounces
1 Quart = 2 Pints
1 Gallon = 4 Quarts
1 Gallon = 160 Fluid ounces
1 Barrel = 35 Gallon.
Referensi (US)
1 Gallon (US) = 128 Fluid ounces
1 Barrel (US) = 42 Gallons (US).
Konversi
1 fluid ounce (UK) = 29.6 ml
1 fluid ounce (US) = 28.4 ml
1 Gallon (UK) = 4.546 liters
1 Gallon (US) = 3.785 liters.
Berat
Metric – Gram (g), kilogram (kg), Tonne atau metric ton (t).
Referensi
1 kilogram = 1000 gram
1 Ton = 1000 kilogram
Imperial – Grain, Ounces (oz), Pound (lb), Stone, Hundredweights (cwt), Ton (UK) atau
Long Ton, Ton (US) atau Short Ton.

Referensi
1 Ounce = 437.5 grain
1 Pound = 16 Ounces
1 Stone = 14 Pound
1 Hundredweight = 8 Stones
1 Ton (UK) = 20 Hundredweights
1 Ton (UK) = 2240 Pound
1 Ton (US) = 2000 Pound
Konversi
1 Ounce = 28.3 Gram
1 Pound = 454 Gram
1 Stone = 6.35 kilogram
1 Ton (UK) = 1016 kilogram
1 Ton (US) = 907 kilogram
TEMPERATUR
Metric – Derajat Celsius (C°). Juga dikenal sebagai Derajat Centigrade.
Imperial – Derajat Fahrenheit (F°).
NOTE:
Skala Celsius didasarkan atas temperatur dari air yang membeku dan mendidih yaitu 0 untuk titik
beku dan 100 untuk titik didihnya.
Skala Fahrenheit mempunyai 32 derajat untuk titik bekunya dan 212 untuk titik didih air..
Ada juga skala derajat Kelvin yang didasarkan atas hukum perpindahan kalor dan
mempunyai skala “absolute zero”.
Absolute zero adalah –273.15 derajat Celsius atau – 459.67 derajat Fahrenheit.
Konversi
Fahrenheit ke Celsius
Untuk mengkonversi derajat Fahreinheit ke derajat Celsius.
C0= (F 0 – 32) ´
9
5
Celsius ke Fahrenheit
Untuk mengkonversi derajat Celsius ke derajat Fahreinheit
F 0 =((C0´9) : 5) + 32
MECHANICAL PRINCIPLES
© Caterpillar of Australia Pty Ltd 4
METRIC PREFIX
Name Pronounced Symbol Amount
giga jig’a G 1 000 000 000 (109)
mega megaphone M 1 000 000 (106)
kilo kilowatt k 1 000 (103)
hecto heck’ toe h 100 (102)
deka deck’a da 10
deci decimal d 0.1 (10-1)
centi sentiment c 0.01 (10-2)
milli military m 0.001 (10-3)
micro microphone µ 0.000 001 (10-6)
nano nan’ oh n 0.000 000 001 (10-9)
CONVERSION FACTOR
Perhitungan untuk Engineer
Satuan English
Bentuk lain satuan berat dan massa adalah satuan avoirdupois (sistem satuan berat yang
digunakan di UK).
Gallon
Untuk merubah imperial gallon dari US gallon, kalikan U.S. gallon dengan 0.83267. Untuk mengkonversi
US gallon ke imperial gallon, kalikan dengan 1.2.
Bilangan berpangkat
Bilangan 10-1, 10-2, dll, ditulis berturut-turut 0.1, 0.01, 0.001, dll.. Bilangan 101, 102, 103, dll,
ditulis berturut-turut 10, 100, 1000, dll.
Sifat dari air
Air membeku pada 32oF (0oC) dan mencapai berat jenis maksimal pada 39.2oF (4oC).
Parts Per Million
Parts per million disingkat P.P.M., menyatakan satuan berat dan merupakan metode
sederhana untuk menyatakan konsentrasi dari material yang larut maupun yang tidak larut.
Biasanya P.P.M. digunakan dimana persentasi begitu kecil sehingga mendekati nol setelah
angka desimal, 1 P.P.M sama dengan 0.0001%.
Seperti yang digunakan pada sanitary field, P.P.M. menunjukkan setiap 1 pound dry solid
terdiri dari 1 juta pound air termasuk zat padat. Pada field 1(satu) part per million mewakili
8.345 pounds dry solid sampai 1(satu) juta U.S. gallon air. Pada system Metric, satu part
per million mewakili satu gram dry solid sampai satu juta grams air atau satu milligram per
liter.

TOPIK 2
Mechanical Principle
LEVER
Lever digunakan untuk mengangkat beban atau meningkatkan keuntungan mekanis.
Sebagai perkenalan tentang lever, kita fokuskan pada prinsip dasar lever yang digunakan
untuk mengangkat atau memindah beban. Lever dibagi menjadi tiga tipe yaitu kelas satu,
kelas dua dan kelas tiga.
Setiap lever mempunyai tiga bagian dan dapat dikenali dari :
· Beban yang harus dipindah atau diangkat
· Daya yang dibutuhkan untuk mengangkat atau memindah
· Lokasi fulcrum (titik pivot)
Sebagai contoh sebuah 1st order lever pada Figure 1.
Panjang tangkai pengungkit menunjukkan kemampuan beban yang dapat diterima oleh
lever.

Force Movement Arm (Figure 2) adalah jarak dari gaya yang dibutuhkan sampai ke
fulcrum. Dapat disingkat sebagai Mf.
Weight Movement Arm (Figure 2) adalah jarak dari beban sampai ke fulcrum (dapat juga
menunjukkan panjang dari lever) dan dapat disingkat sebagai Wm.
Agar gaya seimbang dengan beban maka gaya yang dikalikan force movement arm harus
sama dengan beban yang dikalikan dengan panjang dari weight movement arm. Seperti
terlihat pada rumus :
F x Mf = L x Wm
Untuk menghitung berapa banyak sebuah lever dapat meningkatkan gaya untuk bekerja
mengangkat beban dapat menggunakan rumus :
W F x Mf = Wm
Ini berarti bahwa dengan penyetelan dimana posisi gaya dan posisi beban maka jumlah
gaya yang dipakai untuk memindah beban berubah. Rasio ini disebut keuntungan
mekanis (Mechanical Advantage). Untuk memperkirakan mechanical advantage pada
saat penyetelan, bagilah panjang dari force movement arm dengan weight movement arm.
Rumusnya :

Mechanical Advantage = panjang Mf
panjang Wm
Dengan mengingat satuan dasar dari Mf dan Wm maka perlu disamakan dahulu sehingga
dapat dihitung dengan tepat karena keseragaman satuan dalam sebuah persamaan harus
diperhatikan. Pada Figure 3 diatas mechanical advantage dari lever yaitu:
Mf
Wm
140
20
Mechanical advantage merupakan rasio yang ditunjukkan dengan perbandingan 7:1.seperti
pada contoh diatas dengan gaya 15 kg dapat mengangkat beban sampai 105 kg. Untuk
menghitungnya hanya dengan mengalikan mechanical advantage dengan gaya yang
dibutuhkan.
Pembesaran Jarak
Kerja adalah gaya yang bekerja pada jarak tertentu, dengan begitu jika kerja bertambah
maka jarak berkurang. Jika mechanical advantage dari kerja W = (F x Mf): Wm, maka jarak
dari kerja yang dihasilkan berhubungan dengan jarak dari berat yang dihasilkan. Sebagai
contoh kita pakai rasio 7:1 dari latihan sebelumnya, jika jarak dari Mf arm sama dengan 70 cm
dan jarak dari Mw sama dengan 10 cm. Dapat dihitung dengan membagi Mf (70 cm)
mechanical advantage (7). Dengan konversi jarak Mf arm dapat dihitung dengan
mengalikan jarak dari Wm (10 cm) dengan mechanical advantage (7). Pada contoh ini
hasilnya 70 cm.
Dengan factor diatas kita dapat mengetahui bahwa untuk merancang lever harus sesuai
dengan yang ditentukan. Untuk meningkatkan tenaga untuk memindah benda maka Mf
harus lebih besar dari Wm. Kita harus sadar bahwa semakin besar tenaga yang dipakai
maka semakin besar beban yang dapat dipindah. Untuk mengurangi jarak dalam memindah
sesuatu maka Mw harus lebih besar dari Mf. Kita juga harus mengetahui bahwa semakin
besar jarak maka semakin sulit beban untuk dipindah atau didorong.
Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa lever dapat di setel untuk melakukan kerja yang
ringan atau untuk melakukan kerja yang berat.

Contoh dari lever kelas 1 adalah :
· Sebuah playground Seesaw. Fulcrum menahan papan yang dipasang. Dan agar
seimbang maka beban antara sisi yang satu dengan sisi yang lain harus sama.
· Gunting dan tang merupakan lever kelas 1 karena memiliki fulcrum ditengah-tengahnya.
Karena mechanical advantage maka sebuah tang dapat menjepit dengan baik.
Figure 4
Lever kelas 2 mempunyai beban ditengah-tengah seperti terlihat pada Figure 4.
Rumus untuk menghitung mechanical advantage sama dengan cara pada lever kelas 1.
Contoh pada lever kelas 2 :
· Sebuah wheelbarrow dapat mengangkat dan memindahkan beban berat yang berputar.
Fulcrumnya adalah tyre pada salah satu sisinya dan kerja adalah orang yang berada
pada sisi lainnya sedangkan beban adalah berat yang berada ditengah-tengah.
· Nutcracker (pemecah biji-bijian) termasuk dalam lever kelas 2. Gaya yang terjadi
pada ujung dan fulcrum pada ujung lainnya. Tenaga dipakai untuk memecah biji yang
ditaruh dibagian tengah.

3rd Order Lever
Figure 5
Lever kelas 3 menggunakan gaya pada tengah-tengah seperti terlihat pada Figure 5.
Rumus untuk menghitung mechanical advantage sama dengan cara pada lever kelas 1 dan
kelas 2.
Contoh-contoh lever kelas 3:
~ Tongkat pemukul golf dan cricket. Jika bukan tangan kidal maka tangan kiri adalah
fulcrum dan tangan kanan adalah force applied sedangkan bola adalah beban. Kedua
tangan yang memegang tongkat dengan erat Fm arm lebih kecil dari Wm arm. Kenapa?
– karena dengan mengayun tongkat dengan kencang maka akan memukul bola
dengan sekencang-kencangnya.
Note: pada lever kelas 1 dan kelas 2 mechanical advantage lebih besar dari 1 maka
force meningkat. Pada lever kelas 3 mechanical advantage selalu lebih kecil dari 1
maka force mengalami penurunan untuk menambah kecepatan. Pada lever kelas 3
pusat beban selalu melebihi force yang dipakai.
~ Ban pada sebuah kendaraan juga merupakan lever. Levernya adalah jarak antara axle
dan permukaan ban bagian luar. Fulcrum adalah axle dan force juga dihasilkan oleh
axle tertutup pada pusatnya. Ini adalah lever kelas 3 dimana force digunakan untuk
memperoleh kecepatan.
Steering wheel mempunyai mechanical advantage lebih besar dari 1, karena effort applied
pada rim. Tahanan (weight) terjadi pada pusat wheel. Fulcrum yang juga pada pusat wheel
membuatnya termasuk dalam lever kelas 2 .

PEMGARUH FRICTION
Friction adalah sesuatu hal yang tidak menguntungkan dan ada berbagai macam cara
untuk mengatasinya. Friction tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi dengan
menggunakan bearing dan pelumasan.
Friction adalah gaya gesek yang timbul karena adanya kontak antara dua permukaan yang
saling bersinggungan. Hal ini akan selalu timbul meskipun pada permukaan yang
stationary (diam) tapi akan sangat kelihatan ketika salah satu permukaan saling
bergesekan satu sama lain. Jenis dari permukaan sangat menentukan gaya gesek yang
terjadi, pada permukaan yang kasar akan mengalami friction yang lebih besar daripada
permukaan yang halus.
Figure 6 – Surfaces in contact, highly magnified, are not flat, but have
many irregularities which cause friction.
Ketika sebuah permukaan dikatakan sebagai permukaan yang halus maka permukaan itu
mempunyai ketidakteraturan permukaan yang sedikit (Figure 6). Jika sebuah usaha
membuat dua permukaan saling bergeser maka bukit-bukit pada kedua permukaan akan
cenderung saling mengunci dan mengalami pergerakan yang berlawanan arah.
Permukaan yang kasar akan kelihatan sangat jelas mengalami tahanan dan akan
mengalami tahanan geser lebih besar dibandingkan dengan permukaan yang halus.
Permukaan benda kerja yang dikerjakan dengan mesin akan mempunyai hasil permukaan
yang halus. Ada bermacam-macam ukuran kehalusan tergantung dari kegunan benda
kerja yang dihaluskan. Journal pada crankshaft yang bertumpu pada bearing harus
mempunyai kehalusan permukaan yang baik untuk mengurangi gesekan seminimal
mungkin sedangkan benda kerja dikerjakan dengan mesin sebagian besar mempunyai
bentuk permukaan yang termasuk permukaan yang kasar.
JENIS – JENIS FRICTION
Ketika friction dalam bentuk gaya yang saling berlawanan maka friction dapat
dikelompokkan menjadi 5 jenis yaitu: static, limiting, sliding, rolling dan fluid. Dari lima jenis
diatas yang sering terjadi pada part kendaraan bermotor adalah sliding, rolling dan fluid
friction.
Static friction
Static friction merupakan friction yang mempertahankan sesuatu untuk tetap dalam
keadaan stationary (static). Ketika sebuah partikel berada di level permukaan maka ini
terjadi karena adanya static friction. Dengan begitu tidak ada sesuatu yang dapat selalu
tetap pada posisinya.

Limiting Friction
Jika sebuah gaya secara bertahap bertambah ketika terjadi gesekan antara dua permukaan
yang saling bergesekan maka friction juga bertambah dan membatasi pergerakan. Pada
titik tertentu akan tercapai titik dimana friction tidak dapat lagi menjaga permukaan dari
sliding. Friction pada titik ini disebut sebagai limiting friction.
Sliding Friction
Sliding friction adalah tahanan yang timbul pada pergerakan/perputaran ketika pada dua
permukaan meluncur satu sama lain. Sliding friction lebih kecil dari limiting friction karena
hanya memerlukan force yang kecil untuk mencegah sliding daripada waktu pertama
memulai mendorong atau menggerakkan sesuatu. (Cobalah dengan cara mendorong sesuatu
yang berat sepanjang lantai atau melewati atas dari sebuah meja).
Sliding friction timbul ketika sebuah shaft berputar pada plain bearing atau ketika sebuah
bidang meluncur satu sama lain.
Rolling Friction
Ketika sebuah permukaan dibatasi dengan roller atau ball maka tidak terjadi slide tetapi
yang terjadi adalah saling bergerak. Friction yang terjadi antara permukaan dan ball disebut
sebagai rolling friction dan ini lebih kecil dari sliding friction.
Ball dan roller bearing digunakan untuk mengurangi friction maka untuk alas an inilah ball
dan roller bearing termasuk antifriction bearings.
Fluid Friction
Fluida juga mempunyai friction tetapi berbeda dengan jenis-jenis friction yang telah dibahas
diatas. Jika dua permukaan yang saling bergesekan dibatasi dengan lapisan oli maka
friction akan sangat berkurang walaupun masih tetap ada friction yang terjadi. Friction tidak
lagi terjadi antara permukaan yang saling bergesekan tetapi terjadi pada oli pelapis diantara
dua permukaan tersebut. (fluida dapat berupa cairan atau gas; cairan mempunyai friction
yang lebih besar daripada gas)
Friction pada fluida diilustrasikan seperti pada Figure 7, yang ditunjukkan dengan adanya
lapisan antara dua permukaan. Friction yang terjadi pada fluida disebabkan oleh molekul oli
pada setiap lapisan oli saling tarik menarik satu sama lain. Oli cenderung selalu menempel
pada permukaan maka lapisan oli mempunyai kecepatan yang berbeda-beda pada setiap
lapisan oli tetap yang tertutup pada permukaan yang tidak bergerak.

Nilai friction force tergantung dari:
1. Luas area permukaan kontak (area of true contact) yang lebih kecil dari luas permukaan
seluruhnya(total)
2. Bentuk permukaan (kasar atau halus)
3. ketegaklurusan beban pada permukaan terjadinya gesekan – semakin besar beban
maka semakin besar area of true contact.
4. Shear strength material.
Friction tidak tergantung dari luas permukaan dari material.
Faktor (1), (b) dan (4) diatas dapat dikombinasikan sebagai suatu ketetapan pada material
yang satuannya ditentukan pada kondisi tertentu yang disebut sebagai coefficient of
friction. Simbol µ (Greek dibaca mu).
Koofisien Gesek
Coefficient of friction (koofisien gesek) adalah ukuran nilai gaya gesek pada material yang
saling bergesekkan satu sama lain. Hal ini tidak hanya mempengaruhi salah satu
permukaan saja tetapi apabila salah satu material mengalami perubahan maka koofisien
geseknya akan berubah juga.
Figure 8 – Forces which are present when a block is pulled across a surface:
E effort applied to move the block, F force of friction opposing movement
(E and F are equal but opposite), W force pressing the surfaces together,
R reaction or opposing force (W and R are equal and opposite).
Untuk mengerti tentang koofisien gaya gesek kita umpamakan sebuah brake block pada
sebuah permukaan cast iron seperti terlihat pada Figure 8. Ada 4 gaya yang terjadi : E
adalah usaha (gaya) yang diperlukan untuk meluncur diatas the block, dan F adalah gaya gesek yang
bertolak belakang dengan E (keduanya adalah dua gaya yang bertolak belakang dan sama besar). W
adalah massa block dan R adalah reaksi terhadap massa (keduanya adalah dua gaya yang bertolak
belakang dan sama besar). W dapat diketahui dari berat blok dan E dapat diketahui dari gaya yang
diperlukan untuk mendorong atau memindah blok. Koofisien gesek akan selalu untuk dua material yang
khusus tanpa dipengaruhi bentuk atau luas permukaan yang saling bergesekkan.
Koofisien gaya gesek adalah gaya gesek (F ),dibagi dengan reaksi (R) dan hasilnya akan selalu
kurang dari 1. Pada perhitungan sederhana E lebih sering dipakai daripada F, dan W lebih sering dipakai
daripada R:
Koofisien Gesek = E / W
Contoh:
Jika sebuah brake block mempunyai massa 1 kg maka akan ada gaya kebawah kira-kira 10 N
(newtons). Jika diperlukan usaha untuk mendorong block sebesar 0.3 kg maka kira-kira
gayanya sebesar 3 N.
Koofisien Gesek = 3/10
= 0.3
Ini adalah gambaran nyata untuk lapisan brake pada case iron disc atau drum.
Note: untuk massa dan usaha dengan satuan kilogram harus dikalikan 10 untuk
mendapatkan nilai gaya dalam satuan newton. (faktor perkalian sebenarnya adalah 9.8.)
1

Permukaan Yang Berpelumas
Jika pada permukaan yang telah diberi pelumas maka hanya diperlukan gaya sebesar 0.3N
untuk meluncur pada block. Koofisien gesek 3/100 = 0.03. Dari data diatas diketahui tingkat
koofisien gesek yang tinggi diperlukan pada brake dan clutch, sementara tingkat koofisien
gesek yang rendah diperlukan pada shaft dan bearing.
Roller antara dua permukaan
Jika roller ditempatkan diantara dua permukaan maka friction akan berkurang dan mungkin
hanya diperlukan 0.01 N untuk start awal pergerakan. Koofisien gesek akan turun sampai
0.01.
INERTIA
Inertia adalah suatu sifat yang menahan gerakan baik arah maupun kecepatannya. Sifat ini
sesuai dengan hukum pertama tentang gerakan dari seorang ilmuwan inggris Sir Isaac
Newton: bahwa ada kecenderungan suatu object yang diam untuk tetap diam dan benda
yang bergerak untuk selalu bergerak pada pada garis lurus kecuali dipengaruhi gaya dari
luar. For example, penumpang pada mobil yang melaju cepat merasa ada gaya yang
menekan punggungnya untuk menanggulangi inertia itu maka mereka menambah
kecepatan mobilnya. Dengan berkurangnya kecepatan mobil, penumpang cenderung untuk
bergerak dan tiba-tiba maju. Jika mobil berbelok sebuah bungkusan yang ditempatkan pada
tempat duduk akan ikut bergeser seiring dengan inertia dari bungkusan tersebut dan
menyebabkannya untuk bergerak dengan arah mendatar.
Pada perputaran poros seperti flywheel menunjukkan rotational inertia dan tahanan untuk
merubahnya disebut rotational speed.
Untuk merubah kecepatan rotasi dari sebuah obyek dengan kecepatan tertentu, gaya yang
relative besar dibutuhkan untuk obyek yang mempunyai inertia rotational besar dan begitu
juga sebaliknya. Flywheel yang terpasang pada crankshaft automobile engine mempunyai
rotational inertia yang besar. Engine ,mentransmisikan tenaga dalam bentuk gelombang,
rotational inertia yang besar pada flywheel menyerap gelombang tadi dan menjaga engine
mentransmisikan tenaga dengan halus.
Inertia dari sebuah benda ditentukan oleh massa. Hukum ke-II Newton menyatakan bahwa
gaya yang bekerja pada sebuah benda adalah sama dengan massa benda dikalikan
dengan percepatan yang dialami oleh benda. Dengan demikian jika sebuah gaya
menyebabkan benda bergerak dengan kecepatan tertentu maka dibutuhkan gaya yang
lebih besar untuk membuat benda yang lebih besar bergerak lebih cepat pada kecepatan
yang sama. Semakin besar benda maka semakin besar pula inertia yang harus diatasi.
Sebagai contoh jika sebuah bola bowling dan baseball yang melaju dengan cepat dan
keduanya berputar dengan kecepatan yang sama maka bola bowling membutuhkan tenaga
yang lebih besar karena memiliki inertia yang lebih besar daripada baseball.

MOMENTUM
Momentum atau linear momentum adalah nilai pokok sifat gerakan pada sebuah obyek.
Momentum dihasilkan dari massa partikel yang berpindah dikalikan dengan kecepatan
linearnya. Momentum adalah jumlah sebuah vector yang mempunyai besaran dan arah.
Total momentum sebuah sistem dari sekumpulan obyek adalah jumlah vector dari seluruh
obyek pada waktu tertentu. Pada ruang tertutup total momentum tidak dipengaruhi oleh
waktu dan ini disebut conservation of momentum. Sebagai contoh ketika sebuah batter
menabrak bola momentum Bat sebelum memukul bola ditambah momentum dari pitched
baseball adalah sama dengan momentum dari bat setelah memukul bola ditambah
momentum dari hit baseball. Sebagai contoh lain, kita umpamakan sebuah beaver jumping
off sebuah stationary log yang tercebur ke air. Sebelum beaver jump, log dan beaver tidak
bergerak, jadi ketika total momentum adalah nol. Selama melompat beavernya mengalami
momentum kedepan pada saat yang sama lognya bergerak kearah yang berbeda dengan
momentum yang sama dan berlawanan; total momentum dari beaver ditambah log yang
dinyatakan dengan nol.
Hukum kekekalan momentum adalah salah satu hukum yang terpenting dan sangat
universal dalam ilmu fisika. Hukum ini tetap dipakai walaupun penemuan ilmu fisika terus
berkembang.
Pada keadaan tertentu, konservasi dari momentum adalah quantum mekanik yang
konstan yang dinyatakan dengan fenomena atomic dan nuklir dan juga relativistic
mechanic yang harus digunakan ketika system bergerak dengan kecepatan yang rendah.
Sesuai dengan Hukum Newton’s II tentang gerakan, yang ditemukan oleh astronom
Inggris, ahli matematika dan ahli fisika bernama Sir Isaac Newton, gaya yang bekerja pada
suatu obyek harus sama dengan waktu rata-rata dari perubahan momentum. Hukum
kedua Newton yang kedua tentang impulse, bahwa hasil dari gaya dikalikan dengan waktu
ketika bekerja pada sebuah obyek sama dengan perubahan momentum pada obyek
tersebut.
MASSA dan WEIGHT(berat)
Massa adalah jumlah berat yang dimiliki suatu benda dan disimbolkan dengan satuan
kilogram (kg). Referensi standar dari massa adalah massa platinum-iridium cylinder yang
ditetepkan oleh International Bureau of Weights and Measures di Sevres, dekat Paris di
France. Massa dari particular cylinder ini adalah satuan standar dari 1 kilogram (1kg).
1000 kilogram (kg) = 1 ton (t)
1000 gram (g) = 1 kilogram (kg).
Massa dan berat tidak boleh disamakan karena keduanya adalah berbeda:
· Massa adalah berat benda itu sendiri dan perbedaan jumlah benda dapat dibagi dengan
massa itu sendiri dalam kilogram.
· Weight adalah gaya grafitasi yang bekerja pada massa. Gaya ini dipengaruhi oleh ketinggian
permukaan laut dan dapat digambarkan dengan keadaaan benda tak berbobot dalam ruang.

FORCE
Force adalah aksi pada sebuah obyek yang diam dan mendorongnya dari posisinya dan
bergerak lurus. Force dapat untuk menghentikan obyek dan dapat menggerakkan obyek.
Bentuknya dapat berupa pushing force ataupun pulling force. Gravity juga merupakan force.
Satuan dari force adalah Newton (N). definisi force adalah jika sebuah massa 1 kg
bergerak denagan percepatan 1 meter per second persegi (m/s2). Secara sederhana , 1N
adalah force yang menghasilkan sebuah benda dengan massa 1 kg dapat bergerak dengan
kecepatan 1m per second persegi (m/s2).
Efek dari grafitasi pada sebuah obyek yang jatuh akan mengahasilkan kecepatan 9.8
meters per second persegi (9.8 m/s2). Maka force dapat kita cari, pada newtons (N)
pergerakkan massa akan menghasilkan grafitasi. Pada prakteknya grafitasi dapat
dibulatkan menjadi 10 m/s2 atau untuk 1 kg = 1 N.
Jika suatu massa 1 kg ditempatkan pada sebuah papan. Massa ini dipengaruhi oleh
grafitasi tetapi tidak dapat bergerak maju. Jika massa ini jatuh maka kecepatan massa ini
sekitar m/s2. Dari definisi Newton, gaya yang terjadi pada kecepatan jatuh massa itu
sekitar 10N. Pada situasi yang sama jika massa obyek 8 kg, maka gaya yang dibutuhkan
sekitar 80 N.
Aplikasi dari force terdapat pada system pada vehicle, dari hydraulic systems sampai brake
systems dan sampai ketika kita menginjak pedal gas.
Rumus untuk mengukur force:
Force = Massa x Acceleration (F = ma).
Force juga digunakan pada hydraulic dan mempunyai rumus tekanan x area:
Force = Tekanan x Area.
Type dari Force:
~ Contact Force:
– Frictional Force
– Tensional Force
– Normal Force
– Air Resistance Force
– Applied Force
– Spring Force.
~ Action at a distance force:
– Gravitational force
– Electrical force
– Magnetic force.

TEKANAN
Tekanan adalah gaya per satuan luas. Dengan menggunakan sattuan dasar Newton (N)
untuk gaya dan meter persegi (m2) untuk luas permukaan maka satuan untuk tekanan
adalah N/m2. Untuk satuan tekanan N/m2 biasa disebut Pascal (Pa). Pascal adalah satuan
kecil (tekanan sebuah ban kira-kira 200,000 Pa), maka satuan yang sering dipakai adalah
kilopascal (kPa) atau megapascal (Mpa).
1 pascal (Pa) = 1 Newton per square meter (N/m2).
1000 pascal = 1 kilopascal (kPa)
1000 kilopascal = 1 megapascal (Mpa)
Rumus dari tekanan adalah:
Tekanan (Pa) = Force (N)
Area (m2)
NOTE:
Satuan dasar seperti yang dijelaskan diatas harus selalu dipakai.
Kita akan menemukan pada majalah atau buku (especially of European origin) bahwa
satuan dari tekanan adalah Bar (b). Meskipun satuan ini tidak dipakai untuk engineering
yang menggunakan Australian metric system kita harus mengetahui hubungannya dengan
pascal:
1 bar (b) = 100 kilopascal (kPa)
Sangatlah penting untuk mengetahui tentang satuan bar karena sering dipakai sebagai
satuan dari tekanan khususnya pada hydraulic system, karena sangat mendekati tekanan
atmosfir.
1 bar (b) = 100 kilopascal (kPa)
1 atmosfir = 101.3 kilopascal
11

Positive and Negative Tekanan
Karena kita berpedoman pada tekanan atmosfir maka tekanan yang ditunjukkan pada
gauge bisa positif ataupun negatif.
Diatas tekanan atmosfir adalah positif dan biasanya disebut tekanan normal sedangkan
dibawah tekanan atmosfir adlah negative dan biasanya disebut vacuum(hampa). Tekanan
vacuum akan dikalibrasi pada satuan kPa (negative).
Figure 9
Figure 9 menunjukkan hubungan antara tekanan/vacuum range dan juga memperlihatkan
konsep dari jangkauan 1 tekanan dimulai dari tekanan absolute zero yang disebut absolute
tekanan range.
Pembacaan untuk vacuum juga dapat memakai millimeters of mercury (mmHg).
Mengerti tentang jangkauan tekanan sangatlah penting karena biasanya kita menyatakan
tekanan dalam bentuk gauge tekanan, sebelum nilai ini dipakai dalam mengukur gas maka
nilai ini harus dikonversikan kedalam absolute tekanan dengan cara menambah nilai yang
telah diterima pada tekanan atmosfir :
Absolute tekanan (kPa) = Gauge tekanan (kPa) + 101.3 (atmospheric tekanan).
Sangatlah penting dalam menilai tekanan atau memakainya dalam perhitungan menentukan nilai
yang ditunjukkan pada gauge pressure (kadang-kadang ditulis kPa, g atau kPa gauge) atau
absolute pressure (kadang-kadang ditulis kPa abs).
Cara lain untuk menentukan tekanan digunakan dalam bentuk head. Seringkali sifat dari
sebuah water pump state adalah pompa menghasilkan head pada setiap satu meter. Ini
berarti bahwa tekanan akan mengangkat cairan yang dipompa pada ketinggian tertentu.
Hubungan antara tekanan dan head tergantung dari mass density dari cairan yang
dipompa. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Pressure = (mass density) x (gravitational acceleration) x (head).

TORQUE
Torque adalah gaya puntir yang digunakan untuk menghasilkan putaran rotation. Jika
sebuah gaya sebesar 1 Newton (N) bekerja pada sebuah batang dengan panjang 1 meter,
dengan begitu batang yang mengalami gaya akan menyebabkan perputaran pada sisi
yang yang lain maka akan menghasilkan torque sebesar 1 Newton Meter (Nm). Torque
memakai satuan Newton Meter (Nm). Torque sama dengan gaya dalam Newtons (N),
dikalikan dengan jarak dari titik perputaran dalam meter (m).
Dalam Figure 10 diatas jumlah torque sebesar 2 Nm. Nilai ini didapat dari perkalian besar
gaya (N) yang dipakai dan jarak (m) i.e.:
5 N x 0,4 m = 2 Nm
NOTE:
Satuan dasar Newton dan Meter harus digunakan.
WORK
Work(kerja) adalah nilai dari gaya, Newton (N) yang bekerja untuk memindahkan benda
sejauh jarak, meter (m) dengan arah yang sama dengan gaya tersebut. Satuan dari kerja
adalah joule (J).
1 joule (J) = 1 Newton (N) x 1 meter (m).
Sebagai contoh, sebuah mobil dengan berat 8 ton akan dipindahkan ke jalan dengan jarak
satu kilometer. Gaya yang dibutuhkan untuk memindah mobil adalah sebesar 900N.
Work (J) = Newton (N) x meter (m).
Work (J) = 900N x 1000 m.
J = 900,000 atau bila dalam bentuk kilojoule (kJ – dibagi 1000) = 900 kJ atau bila dalam
megajoule (mJ – dibagi 1,000,000) = 0.9mJ.

ENERGY
Energi dapat dinyatakan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja dengan satuan joule
(J).
POWER
Satuan dari power (daya) adalah watt (W). Power adalah usaha per satuan waktu. 1 watt
(W) power adalah usaha sebesar 1 joule (J) yang dilakukan dengan waktu 1 second:
1 watt (W) = 1 joule (J) per second (J/s).
The watt (W) digunakan pada mechanical dan electrical power. Untuk electrical power:
1 watt (W) = 1 volt (V) x 1 ampere (A).
NOTE:
Engine beroperasi pada kilowatts (kW). 1 kW = 1.34 HP
EFFISIENSI
Pada semua aplikasi mesin pasti ada tenaga yang hilang baik karena friction yang berlebihan ataupun
menjadi panas. Effisiensi mesin adalah rasio dari output power terhadap input power atau actual output
power (BHP) yang dibandingkan dengan theoretical output power (IHP). Effisiensi biasanya
dinyatakan dengan persen dan didapat dari BHP dibagi dengan IHP:
i.e. Actual output power (BHP) = Effisiensi (%) Theoretical
output power (IHP)
SPEED/VELOCITY
Speed/Velocity dapat dihitung dari satuan jarak dan waktu. Speed/Velocity tersebut dapat
dinyatakan dalam meter per detik (m/s) atau kilometer per jam (km/jam).
DENSITY
Density/Berat jenis adalah massa per satuan volume dan dinyatakan dalam kilogram per meter kubik
(kg/m3), gram per centimeter kubik (g/cm3 atau g/cc) atau ton per meter cubic (t/m3). 1
centimeter kubik air pada permukaan laut memiliki massa 1 gram.
Kepadatan dari suatu cairan dinyatakan dalam kilogram per liter (kg/L). Untuk volume suatu
cairan, memiliki satuan centimeter kubik (cm3) atau disebut mililiter. Berarti bahwa setiap
satu liter air (1000 mililiter) mempunyai massa satu kilogram (1000 gram).
S

alat ukur

2009 November 7
Posted by gagahbanar

TOPIK 1
Dasar-dasar Measuring Tools
Steel rule(mistar baja) berupa datar, dari metal yang panjang. Steel rule digunakan untuk
mengukur jarak. Ukuran jarak (distance) yang tertera pada steel rule menggunakan satuan
dalam Inggris (inch) atau metric dan ada juga yang keduanya(dalam metric dan inch).
Keakuratan skala tergantung pada ukuran jarak antar garis. Terdapat beberapa macam
panjang steel rule tergantung penggunaannya. Steel rule yang paling umum memiliki
ukuran yang tertera 1 foot (30 cm) atau kurang.
Steel rule mengukur jarak yang kecil. Steel rule yang rigid (kaku) digunakan pada
permukaan yang datar. Steel rule dapat juga digunakan sebagai penggaris.Gunakan steel
rule scara benar untuk menjaga kelurusannya.
Cara Menggunakan Steel Rule
Gunakan steel rule untuk pengukuran kasar.
Hasil pengukuran yang akurat dipengaruhi bagaimana anda membaca skala dengan benar.
Kesalahan secara optikal(kesalahan penglihatan) yang disebut parallax harus dihindari.
MEASURING TOOLS
23
Parallax adalah perubahan penampakan dari posisi objek sebenarnya (menjadi lebih
panjang atau menjadi lebih pendek).
Parallax mungkin dapat didemonstrasikan sebagai berikut:
· Pegang pencil secara vertical pada masing-masing tangan, tegak lurus dengan anda.
· Pegang salah satu pensil dengan jarak 150mm didepan pensil yang lain.
· Pertahankan kestabilan posisi tangan anda dan tutup salah satu mata.
· Gerakkan posisi kepala anda sampai kedua pensil tersebut segaris.
· Sekarang gerakkan mata anda kekiri dan kekanan dari posisi ini dengan cara
menggerakkakn posisi kepala anda.
Catat perubahan posisi yang terlihat dari pensil yang terdekat dengan anda. Inilah yang
disebut ilusi optical dari parallax.
Hindari ilusi ini ketika membaca ukuran(mengukur) untuk menghindari kesalahan
pembacaan pengukuran.
Untuk menghindari parallax :
Figure 20
· Pertahankan posisi ukuran jadi perubahan yang ada sedapat mungkin mendekati
ukuran benda sebenarnya.
· Perhatikan betul-betul hasil pengukuran akhir.
MEASURING TOOLS
24
MEASURING TAPE
Measuring tapes terdiri dari beragam ukuran dan type yang berbeda. Measuring tapes
lentur, panjang, terbuat dari metal, cloth, atau fiberglass tipis. Measuring tape digunakan
untuk mengukur jarak. Measuring tapes menggunakan satuan inggris (inch) atau metric dan
ada juga yang menggunakan keduanya. Keakuratan ukuran tergantung pada keakuratan
tanda (marks) measuring tape. Keakuratan pengukuran tergantung pada jarak antara tiap
tanda (mark), dan material yang digunakan untuk membuat measuring tape.
Fleksibel measuring tape dapat digunakan untuk mengukur jarak sekeliling sudut atau
benda.Keuntungan utama menggunakan measuring tape adalah kemampuannya untuk
mengukur jarak yang panjang, biasanya diatas 100 inch (30 m). Long steel tape digunakan
untuk survey karena material yang digunakan lebih kuat. Ujung dari tape (pita) harus
dipegang untuk mendapatkan pengukuran yang tepat. Berhati-hatilah pada saat
mengembalikan tape(pita) ke casenya(tempatnya) sehingga tape tidak menjadi rusak.
Spring digunakan untuk menarik (mengembalikan) tape biasanya digunakan pada metal
measuring tape.
MEASURING TOOLS
25
Cara Menggunakan Measuring Tape
cara mengukur antara benda adalah sebagai berikut:
Bukan seperti ini :
MEASURING TOOLS
26

PROTRACTOR
Protractor berbentuk setengah lingkaran (half circle) dilengkapi dengan metal lurus dan panjang yang
terhubung ke bagian tengah, dapat digerakan mengelilingi sumbu protractor (pivot) untuk mengukur
besar sudut. Nut dapat dikencangkan untuk menahan pada posisinya. Beberapa protractor tidak
memiliki metal panjang dan bagian dalam dari setengah lingkaran(half circle) berlubang. Garis (mark)
pada bagian ujung setengah lingkaran (half circle) digunakan untuk mengukur besar sudut dengan
satuan derajat. Pada beberapa protractor, memiliki tanda (mark) pada bagian yang lurus untuk
mengukur jarak. Protractor digunakan untuk mengukur dan memeriksa sudut dan memeriksa posisi
lubang-lubang. Protractor digunakan pada engine untuk mengukur sudut linkage dari governor.
Protractor terbuat dari plastik, metal, atau kayu. Sebagian setengah lingkaran dari protractor dapat
mengukur sudut diatas 180 derajat. Gunakan protractor dengan hati-hati untuk menjaga bagian
pinggirnya dalan kondisi bagus.
Combinationm square terbuat dari mistar baja (steel rule) dengan alur ditengah dan kepala
persegi (square head) yang dihubungkan ke steel rule. Square head memiliki satu sisi yang
membentuk sudut yang tegak lurus dengan mata baja (steel blade) dan sisi yang lainnya
membentuk sudut 45º dengan mata bajanya (steel blade). Square head dihubungkan
dengan steel blade menggunakan adjustment screw (screw yang dapat diatur). Ujung dari
adjustment screw tepat pada alur (groove) dari steel blade. Setelah square head berada
pada posisi yang tepat pada mistar, adjustment nut dikencangkan dan square akan tertahan
pada posisinya. Nilai (scale) pada steel blade (combination square) digunakan untuk
mengukur jarak dengan menggunakan satuan inggris (inch) atau metric.
Bubble pada square head digunakan untuk membuat horizontal permukaan. Kombination
square pada umumnya memiliki panjang satu foot (30 cm). Combination squae dapat
digunakan sebagai depth gauge (untuk mengukur kedalaman) diukur dari square face (sisi
persegi) ke ujung dari blade dan sebagai heigh gauge (untuk mengukur ketinggian) dengan
sisi persegi (square face) sejajar dengan ujung dari steel blade. Tanpa square head, steel
blade dapat digunakan sebagai mistar baja (steel rule). Combination square dapat juga
digunakan pada bidang siku atau 45º. Combination square pada umumnya digunakan pada
mesin shop. Combination square dapat dunakan untuk membuat garis lurus. Pastikan
square head rapat ketika combination square digunakan jadi blade tidak akan terlepas
menyebabkan kecelakan (luka) atau kerusakan tool.
MEASURING TOOLS
27
Combination Square
Gambar 28 menunjukkan combination square
Combination Set
The combination set adalah measuring and testing tool serba guna.
Terdiri dari sisi panjang atau blade yang dapat dipasangi dengan berbagai macam head
yang berbeda.
Pasang head yang didinginkan dengan cara seperti berikut:
· Masukkan blade ke slot (celah) dibagian head.
· Tempatkan lug dari clamping screw secara hati-hati ke ceruk(coakan) dari blade.
· Sorong head pada posisi yang diinginkan dan kunci dengan cara mengencangkan knurled
nut. Protactor memungkinkan headnya di set(diatur) membentuk sudut pada permukaan yang
rata. Gunakan protactor dan blade untuk pengaturan (setting up) atau sudut pengukuran.
MEASURING TOOLS
28
Square head memiliki satu sisi yang tegak lurus (90º) terhadap blade. Sisi yang lainnya
membentuk sudut 45º terrhadap blade.
Square head and blade digunakan sebagai:
· Sebagai depth gauge (untuk mengukur kedalaman), diukur dari square face sampai
ke ujung blade.
· sebagai height gauge dengan mengatur square face sejajar dengan ujung blade.
Square head and blade juga digunakan sebagai :
· Square (persegi) untuk mengatur benda kerja pada posisi tegak lurus (right angles)
· Sebagai bevel gauge (pengukur sudut) yang diatur pada posisi sudut kerja 45º.
Memeriksa Keakuratan Sudut
Tahan square pada permukaan benda dan lihat cahaya antara mistar dan benda kerja.
MEASURING TOOLS
29
Centre Head
Centre head didesain sehingga memungkinkan sisi tepi blade melewati center dari dua sisi
pada sudut yang tepat.
Center head and blade digunakan untuk :
· Mencari atau menendai center (pusat) benda kerja yang bulat (melingkar)
· Memeriksa sudut 45º.
Gunakan centre head and blade untuk mendapatkan pusat (center) dari lingkaran dengan
cara :
· Paskan centre head ke blade.
· Posisi head tepat sepanjang blade.
– Tempatkan head tepat ditengah blade untuk bidang kerja kecil.
· Kencangkan knurled clamping nut sampai terikat dengan kuat.
· Bersihkan kotoran pada akhir kerja dengan lap lembut.
· Tahan pada posisi yang benar pada head dengan kuat ke bidang kerja dengan blade
tipis.
· Tarik garis disisi pinggir dari blade sepanjang bidang kerja.
MEASURING TOOLS
30

· Putar benda kerja 1/3 putaran lalu tarik garis ke dua memotong garis yang pertama.
· Putar benda kerja 1/3 putaran lagi lalu tarik garis yang ketiga memotong garis
pertama dan kedua.
Perpotongan ketiga garis ini merupakan pusat dari bidang kerja. Tandai
posisi yang telah diperoleh dengan tanda yang jelas dengan
menggunakan center punch.
Outside calipers digunakan untuk mentransfer ukuran. Outside caliper memiliki dua lengan
dan dihubungkan pada ujung pivot point. Lengan-lengannya dapat bergerak secara terpisah
sesuai dengan jarak benda yang akan diukur.
MEASURING TOOLS
31

Beberapa type outside calipers memiliki spring pivot point dan sebuah adjustment screw
untuk menenpatkan lengan pada posisi yang tepat. Lengan dari outside calipers
dibengkokkan pada bagian ujungnya untuk lebih mendapatkan keakuratan dalam
pengukuran. Terdapat berbagai ukuran otside caliper, tetapi sebagian besar dapat
dipegang dengan satu tangan. Outside calipers digunakan untuk memindahkan ukuran ke
nilai pengukuran (measuring scale)
Outside caliper digunakan untuk mengukur diameter luar atau dimensi luar lainnya. Outside
caliper dapat juga digunakan untuk mengecek jika permukaannya parallel. Keakuratan
hasil pengukuran tergantung pada “rasa (feel)” dari caliper ke bidang ukur. Yang dimaksud
“rasa” adalah tekanan caliper ketika bergerak pada benda yang diukur. Dalam
penggunaannya outside caliper memerlukan “rasa (feel)” yang tepat.
MEASURING TOOLS
32
Outside caliper digunakan untuk :
· Untuk mengukur outside diameters (diameter luar)
· Untuk mengukur dimensi luar (external dimension)
· Untuk mengecek apakah permukaan luar (external surfaces) sejajar (parallel)
Periksa diameter benda kerja dengan menggunakan outside calliper dengan cara sebagai
berikut:
· Buka rahang calliper sedemikian hingga diameter yang akan diukur dapat masuk
dengan bebas
– Benda kerja harus diam saat diukur
· Ketukkan lengan kaliper ke benda kerja dengan perlahan sehingga lengan kaliper
menutup secara berlahan.
· Coba ukur segala sisi benda kerja sampai mendapatkan sumbu (axis) yang benar –
pertahankan kaliper pada posisi axis (sumbu) benda kerja.
· Lanjutkan mengedjust kaliper dan periksa setingannya sampai dirasakan lengan
kaliper menyentuh dengan benar pada bidang kerja.
– ketika cara pengedjustsannya benar kaliper akan menyentuh bidang kerja secara pas sehingga
hanya dengan berat kaliper sudah cukup membuat lengan kaliper melewati diameter benda kerja.
MEASURING TOOLS
33
Ketika kaliper telah mendapatkan posisi diameter bidang kerja yang tepat, maka proses
selanjutnya adalah :
· Tempatkan mistar baja (steel rule) pada tempat yang datar.
· Tahan kaliper dan letakkan salah satu lengannya pada ujung mistar.
– Pastikan lengan-lengan kaliper sejajar dengan mistar.
· Baca hasil pengukurannya pada posisi lengan kaliper yang lainnya.
Hasil pengukuran ini merupakan diameter benda kerja.
Latihanlah untuk bisa merasakan posisi kaliper yang tepat pada bidang kerja dengan cara
mengedjust kaliper pada berbagai diameter. Coba set kaliper pada flat parallel material.
Inside calipers digunakan :
· Untuk mengukur diameter dalam (internal diameters)
· Untuk mengukur dimensi dalam (internal dimensions); dan
· Untk memeriksa kesejajaran sisi dalam (internal face)
Inside caliper memiliki dua lengan yang menyatu dibagian ujungnya untuk membuat
sumbu putar. Lengannya dapat bergerak bersama atau sendiri-sendiri tergantung
pengaturannya(adjustmentnya). Inside calipers have two legs that are connected at the
end to make a pivot point. The legs are moved together or apart as they are adjusted.
MEASURING TOOLS
34
Beberapa tipe inside caliper memiliki spring pivot point dan adjustment screw untuk
memposisikan kaki caliper pada posisi yang benar. Bagian ujung kaki dari inside caliper
membengkok ke luar. Inside caliper memiliki berbagai ukuran, tapi sebagian besar dapat
dipegang dengan satu tangan.
Jangan gunakan inside caliper jika keakuratannya (0.125 cm)+0.0005 inches. Inside
calipers digunakan untuk memindahkan pengukuran ke nilai pengukuran (measuring scale).
Gunakan inside caliper untuk mengukur inside diameter (diameter dalam), Dimensi dalan
yang lain (inside dimension) atau memeriksa kerataan permukaan (kesejajaran
permukaan). Keakuratan pengukuran tergantung rasa (feel) dari calliper ke bidang kerja.
Yang dimaksud dengan rasa (feel) adalah tekanan caliper pada saat bergerak di bidang
kerja. Penggunaan inside caliper secara umum memerlukan rasa (feel) yang tepat. Untuk
mengukur pembukaan caliper, letakkan steel rule (mistar baja) pada permukaan yang datar.
Letakkan salah satu kaki inside caliper diujung permukaan steel rule kemudian baca hasil
pengukuran pada kaki yang lain (kedua kaki harus sejajar).
Outside micrometer dapat juga digunakan untuk membaca hasil pengukuran dari inside
caliper. Inside ca;lliper tidak boleh digunakan sebagai gripping hook (pengait). Jangan
memanjangkan inside caliper diluar kapasitas pengukurannya. Jangan memaksa inside
caliper ke permukaan yang sempit baginya.
MEASURING TOOLS
35
Cara Menggunakan Inside Caliper
Cara mengecek diameter dalam lubang dengan menggunakan spring inside caliper dan micrometer
adalah sebaga berikut :
· Pegang inside caliper dengan tangan kanan anda dengan ibu jari dan jari telunjuk
pada adjusting nut. Tahan berat caliper dengan menggunakan jari tengah atau jari
manis.
· Tempatkan satu kaki pada bagian dalam dan yang lainnya pada dasar lubang.
· Buka kaki caliper dengan adjusting screw sampai kaki yang lainnya menyentuh
bagian atas lubang.
· Gerakkan sedikit caliper pada kaki bagian bawah dan adjust screw sampai
memperoleh rasa (feel) caliper yang tepat di dalam lubang.
Coba gerakkan kaki bagian atas pada sudut gerakan yang berbeda. Hal ini akan
meyakinkan rasa (feel) pada kaki bagian bawah telah diperoleh.
Ketika anda telah puas dengan rasa (feel) dari caliper, tahan dan lakukan proses sebagai
berikut :
· Pindahkan inside caliper antara anvils (landasan) dari outside micrometer.
· Tutup anvils dengan hati-hati sampai memperoleh rasa (feel) yang sama antara kaki
caliper dengan anvils outside micrometer seperti yang anda rasakan didalam lubang.
Pembacaan micrometer merupakan ukuran dari lubang.
Alternative proses pembacaan pengukuran jika menggunakan mistar baja adalah sebagai
berikut :
· Tahan ujung mistar pada bidang datar.
· Tempatkan salah satu kaki calliper ke permukaan mistar.
· Baca hasil pengukuran di mistar pada posisi kaki yang satunya.
MEASURING TOOLS
36

DEPTH GAUGES
Depth gauge adalah measuring tool yang merupakan pengembangan dari steel rule.
Depth gauges digunakan untuk mengukur :
· Kedalaman lubang.
· Kedalaman tempat yang tidak terjangkau dan lubang sempit.
· Lebar tepi dari bidang kerja.
Depth gauge terdiri dari steel rule (mistar baja) kecil, dengan sliding frame yang terikat dan
dapat bergerak di sepanjang mistar.
Pada dasarnya frame dibuat tipis dan persegi terhadap mistar (rule).
MEASURING TOOLS
37
Cara menggunakan depth gauge untuk mengukur kedalaman adalah sebagai berikut:
· Tahan depth gauge frame antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri anda.
· Longgarkan locking screw dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan anda.
· Tahan Frame rapat kepermukaan Hold the frame base firmly down on the surface
and straddling the recess of the work to be measured.
· Tahan gauge square ke bidang kerja dengan menahan mistar mempergunakan jari
telunjuk tangan kiri anda.
· Gunakan jari telunjuk tangan kanan anda untuk menekan sliding rule kearah bawah
sampai dirasakan bagian bawahnya menyentuh bagian bawah dari ceruk (recess).
· Kencangkan locking screw dengan tangan kanan anda.
• Angkat gauge dengan hati-hati dari ceruk dan pindahkan dari bidang kerja.
Putar gauge ke posisi dimana anda dapat membaca nilai kedalaman ceruk pada mistar.
MEASURING TOOLS
38
Thread pitch gauges dibuat dengan beragam ukuran thread. Thread pitch gauge berbentuk
bilah-bilah baja kecil. Thread-threadnya terdapat pada bagian ujung dari bilah. Thread pitch
gauges pada umumnya antara (2.5 cm) 6 thread per inci sampai 60 threads per inci (2.5 cms).
Thread pitch gauge cukup kecil untuk dipegang dengan satu tangan. Thread pitch gauge kaku
untuk membuatnya tetap tegak dan tiap bilah memiliki ukuran thread per inch atau pitch size pada
sisi bilah. Pitch size berlawanan dengan threads per inch size. Thread pitch gauges
digunakan untuk mengukur dan mengecek thread dari tool dam machinery. Juga dapat
digunakan untuk mengecek keausan. Thread pitch gauges dapat dipegang dengan satu
tangan dan tangan yang lainnya memegang tool atau baut. Thread dari bilah thread pitch
gauge dihubungkan dengan thread dari tool atau baut untuk melihat apakah mereka sesuai
(sama).
Cara Memilih Pitch Gauge Yang Sesuai
Untuk menentukan thread fastener yang tepat, anda perlu menggunakan thread pitch gauge.
MEASURING TOOLS
39
Buka pitch gauge set dan baca tulisan(label) yang tertera pada bagian depan pitch gauge
set. Tulisan tersebut akan menunjukkan pitch gauge set dalam incc atau metric.
Threads per inch
Jumlah angka yang tertera pada bilah inch gauge set menunjukkan jumlah thread per satu
inch. Contoh : 16 threads per satu inch(dalam satu inch terdapat 16 threads).
Thread pitch dalam millimeters
Perhatikan nomor pada bilah dari metric pitch gauge set. Nomer ini menunjukkan lebar
antar inch dalam millimeter. Sebagai contoh : thread pitch 1.5 milimeters (lebar antar pitch
1,5 mm).
MEASURING TOOLS
40
Pilih fastener yang anda ketahui ukurannya. Sebagai contoh baut 3/8” UNC.
Gunakan inch gauge set anda, Pilih bilah yang kira-kira sesuai kemudian cocokkan ke
thread baut anda.
Tetaplah mencoba sampai anda menemukan bilah yang benar-benar cocok dengan thread
baut anda, kemudian periksa nomer yang tertera pada bilah, seperti pada gambar 51,
tertera angka 16, ini menunjukkan baut pada gambat 51 memiliki 16 threads per inchnya.
Sekarang pilih fastener yang tidak anda ketahui ukurannya, jika merupakan baut pilih
metric thread pitch gauge. Ulangi prosedur diatas yaitu mencocokkan thread pada bilah
dengan thread pada baut anda sampai mendapatkan ukuran thread yang betul-betul
sesuai.
Periksa nomor yang tertera pada bilah; yang akan menunjukkan thread pitch dalam millimeters.
MEASURING TOOLS
41
Rawat tools anda setelah pemakaian
Setelah anda selesai menggunakan, yakinkan semua bilah telah dikembalikan ke casing
(rumah) sebelum menyimpannya. Hal ini mencegah gigi-gigi bilah (teeth blade) dari
kerusakan.
Tujuan dari piston ring groove gauge adalah untuk mengecek keausan (wear). The piston ring
groove gauge terdiri dari enam plug-type gauges. Plug-type gauge cocok dengan kedua
piston ring grooves paling atas. Tiap plug-type gauge berbentuk metal tipis dan pendek.
Ketebalan ujungnya digunakan untuk mengukur grooves (alur). The tips are ground with
much accuracy. This ground tip goes a short way up the stem then stops. The gauges have
numbers on the sides for identification. A gauge list is given with the gauges for identification of
the numbers.
MEASURING TOOLS
42
VALVE SPRING TESTER
Valve spring tester berbentuk alat tekan kecil (small press). Pada bagian bawah dari tester
ini terdapat dial yang digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Dial indicator
menunjukkan kekuatan tekanan spring dalam kilogram atau pounds. valve spring diletakkan pada
base plate. Drive unit (unit penggerak) terletak di atas base plate dan digerakkan oleh hand lever
(lever tangan). Hand lever berada pada sisi sebelah kanan dan digerakkan dengan gear.
Lengan yang menahan drive unit dan hand lever juga memiliki steel rule yang terpasang di
lengan tersebut.Steel rule digunakan untuk mengukur panjang spring yang telah ditekan
turun oleh drive unit. Penguncinya terdapat pada bagian atas drive unit. Yang akan
membatasi pergerakan drive unit. Gaya dari spring diukur secara mechanical oleh spring
dan gear.
Vvalve spring tester digunakan untuk mengecek karakteristik kelenturan spring. Standar
kapasitas gaya maksimum dari spring adalah (158 kg) 350 lb. Spring dari steering clutch,
flywheel clutch, and hydraulic control valve springs dapat dicek(diperiksa) menggunakan
valve spring tester. Spring diletakkan pada base plate. Hand lever menggerakkan drive unit
ke bawah dan menekan bagian atas spring. Kekuatan (gaya) spring terlihat pada dial. Jarak
spring yang telah tertekan turun pada gaya ini harus diukur. Ukuran jarak dan ukuran gaya
digunakan untuk mendapatkan gaya per satuan panjang. Angka ini harus dicocokkan dengan
spesifikasi spring. Gunakan valve spring tester dengan hati-hati. Perlindungan mata harus
digunakan sepanjang menggunakan alat ini. Jika spring tidak diletakkan secara benar,
spring akan tiba-tiba terlempar dari plate ketika spring diberikan tekanan. Jangan pindahkan
spring tester ketika sedaang digunakan.
MEASURING TOOLS
43
Ada dua type utama dari tread wear gauges. Satu digunakan untuk mengukur kedalaman
thread dan yang lainnya digunakan untuk mengukur jumlah thread yang ada. Type yang
pertama berbentuk mistar baja kecil (small steel rule) dengan persentase jarak dalam
bentuk skala. Type yang kedua dapat berupa steel rule atau thin cylinder (silinder kecil)
dengan skala yang tertera. Satuan pengukuran yang digunakan adalah centimeter atau
inch. Tread wear gauge digunakan untuk mengukur Jumlah thread yang masih ada pada
ban. Tread wear gauge diletakkan dicelah antar tread dan ditengah ban. Jika ban tidak
aus, letakkan tread wear gauge pada titik dimana terdapat jumlah tread yang paling sedikit.
Terdapat dua type dari tyre pressure gauges. Yang satu dapat digunakan pada ban
dengan liquid ballast (tambahan berat ditambahkan pada ban) dan yang lainnya tidak bisa.
Liquid ballast tyre gauge memiliki dial indicator dengan batang bundar (round stem) pada
bagian atasnya. Round stem diletakkan pada ban. Pneumatic tyre gauge dapat berupa tube
kecil batang(rod). Sisi satu dari tub tersambung dengan ban dan tekanan udara menekan rod
kesisi yang lain. One end of the tube connects to the tyre and the pressure of the air pushes
the rod out the other end. Letakkan bagian ujung batang ke valve steam ban. Tekan gauge
kearah valve steam untuk membuka valve. Tekanan dalam ban akan menyebabkan jarum
pada dial indicator bergerak. Pembacaan Tyre gauges memakai satuan metric atau inggris.
Jika memungkinkan, periksa tekanan di bawah garis air pada liquid ballast tyres.
MEASURING TOOLS
44
LOW PRESSURE GAUGE
Sesuai dengan fluid yang akan diukur, udara atau cairan, low pressure gauge dibuat dalam
berbagai bentuk dan ukuran. Bentuk yang paling umum adalah dial indicator dengan
penambahan screw. Screw tambahan dapat berada pada bagian bawah dial, bagian tengah
sisi belakang dial atau pada bawah sisi belakang dial. Bagian depan gauges menunjukkan
kedua satuan inggris dan metric. Low pressure gauges dapat mengukur tekanan diatas
(414 kPa) 60 psi. Low pressure gauges digunakan untuk mengukur tekanan pada system
yang beroperasi pada tekanan low pressure dibawah (414 kPa) 60 psi. Dial dihubungkan ke
mesin mempergunakan screw. Gauge akan menginformasikan ukuran tekanan selama masih
terpasang pada mesin. Low pressure gauges terbagi kedalam grup-grup tergantung jumlah
tekanan yang akan diukur, ukuran tread screw attachment, dan diameter permukan dial
(dial face).
Kebanyakan pressure gauges terdiri atas tingkatan-tingkatan. Tingkatan-tingkatan tersebut
menunjukkan nilai keakuratan gauge. Jangan pernah mengukur tekanan melebihi
kemampuan dial. Selalu pastikan gauge terpasang jadi tidak menyebabkan kerusakan.
Selalu memeriksa dial sebelum digunakan. Kirim gauge untuk diperbaiki jika jarumnya tidak
bergerak pada saat diberikan tekanan; jarum tidak kembali ke posisi nol ketika gauge
dilepaskan dari tekanan; atau gauge menunjukkan type-type kerusakan yang lain. Yakinkan
sambungan dan hoses yang dipasangi gauge dapat dengan aman membaca tekanan
maksimum dalam system.
HIGH PRESSURE GAUGE
Sesuai dengan fluid yang akan diukur, udara atau cairan, high pressure gauge dibuat dalam
berbagai bentuk dan ukuran. Bentuk yang paling umum adalah dial indicator dengan tambahan
screw. Screw tambahan dapat berada pada bagian bawah dial, bagian tengah sisi belakang
dial atau pada bawah sisi belakang dial. Satuan yang dipakai pada high pressure gauge
adalah inggris dan metric. High pressure gauges digunakan untuk mengukur tekanan
system yang beroperasi pada tekanan diatas (345 kPa) 50 psi. Dial dipasang ke mesin
dengan mempergunakan screw. Gauge akan menginformasikan ukuran tekanan. High
pressure gauges terbagi kedalam grup-grup tergantung jumlah tekanan yang akan diukur,
ukuran tread screw attachment, dan diameter permukan dial (dial face). Kebanyakan
pressure gauges terdiri atas tingkatan-tingkatan. Tingkatan-tingkatan tersebut menunjukkan
nilai keakuratan gauge.
MEASURING TOOLS
45
Manifold pressure gauge memiliki dua gauge dalam satu rumah (housing). Tiap gauge
memiliki timah (lead). Timah (lead) menghubungkan gauge ke mesin. Gauge
mempergunakan satuan inches of mercury (InchHg). Gauges akan membaca tekanan
sepanjang waktu, menjadi absolute pressure gauges. Jika gauge dihubungkan ke engine,
manifold pressure gauge akan membaca nilai tekanan atmospheric ditambah tekanan
manifold. Manifold pressure gauge dapat membaca tekanan 15×5 sampai 100 inches of
mercury (Inch Hg).
Keakuratan gauge sekitar 0.3 inches (0.762 cm) of mercury dengan rentang (jarak) dari
(38.1 to 76.2 cm) 15 sampai 30 inches = 50.646 sampai 337.64 kPa dan sekitar 0.2 inches
(0.508cm) of mercury (Inch Hg) pada rentangan. beberapa manifold pressure gauge tidak
memiliki dua gauge untuk dibaca pada kedua sisi dari V-type engine.
Manifold pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan inlet manifold. Yang akan
memberitahukan jumlah udara yang akan masuk ke engine. Tekanan inlet manifold
mengontrol jumlah engine horsepower dan nilai pada saat testing performa engine (engine
performance). Timah (leads) pada gauge dihubungkan ke kedua manifolds pada V-type engine.
Yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan tekanan inlet pada V-type engine. Untuk straight
engine, Salah satu lead dapat dihubungkan ke engine dan lead yang satunya lagi dapat digunakan
untuk membaca tekanan atmospheric.
Ketebalan dari feeler gauges digunakan di workshop untuk;
· Mengatur(mengeset) posisi peralatan.
· Menyetel clearance (kelonggaran) dari machinery
· Memeriksa keausan antar part
· Mengukur celah kecil atau groove
MEASURING TOOLS
46
Feeler gauges berbentuk bilah-bilah baja keras dengan beragam ketebalan, dihubungkan
pada salah ujungnya dan dapat bergerak pada sumbunya. Pada feeler gauge terdapat sisi
yang tidak bias bergerak dan digunakan sebagai pengaman (proteksi). Bilahnya (blade)
seperti jari-jari tipis yang panjangnya tidak lebih dari 4 atau 5 inch (10 atau 12.5cm). Feeler
gauges sangat tipis. Feeler gauge mempergunakan satuan inggris atau metric. Pada
umumnya ketebalannya berkisar antara 0.0015 sampai 0.025 inch (0.00375 sampai
0.06333 cm).
Feeler gauges digunakan untuk menempatkan peralatan pada posisi yang tepat,
menyetel(mengedjust) clearance (kelonggaran) dari machinery, memeriksa keausan part,
dan untuk mengkur alur kecil (groove). Bilahnya dapat digunakan secara bersamaan untuk
mendapatkan ukuran yang tepat. Jika feeler gauge digunakan diantara dua permukaan,
anda harus mempunyai rasa(feel) yang tepat untuk mendapatkan ukuran yang tepat.
Jangan pernah menekan bilahnya pada saat akan membukanya, selalu tarik bilahnya jika
memungkinkan. Gunakan gauge secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan,
khususnya bilah yang tipis. Jangan mengembalikan bilah yang tipis secara terpisah.
Memeriksa Clearances (Kelonggaran) dengan Feeler Gauges
Gunakan feeler gauge secara berhati-hati untuk mencegah kerusakan. Cara-cara khusus
diperlukan pada saat menggunakan bilah yang tipis.
Jangan menutup bilah tipis secara terpisah, gabungkan dahulu dengan beberapa bilah
yang lain sebelum menutupnya (mengembalikan ke tempatnya).
MEASURING TOOLS
47
Memeriksa Celah dibawah Peralatan(Benda)
MEASURING TOOLS
Periksa kesekeliling benda.
48
Cari lembaran yang paling kecil. Langkah 1
Langkah 2 Jika lembarannya dapat masuk ke bawah benda, maka ada celah.
Langkah 3:
Memerikasa Kerataan Part
Figure 66
Step 2: If the leaf slides between a rule and the part, the part is not flat within 0.05mm.
Step 3: Check several places.
MEASURING TOOLS
49
MEASURING TOOLS
50
TOPIK 3
Precision Tools
Vernier calipers berbentuk rahang yang melekat pada batangnya, pada batangnya atau
frame terdapat skala pengukuran dan rahangnya dapat bergerak disepanjang frame.
Besar nilai perhitungan vernier sebesar pergerakan rahangnya. Beberapa vernier
calipers memiliki inside measuring jaw tips (sisi pengukur dalam) dan outside measuring
jaw tips(sisi pengukur luar), Sementara yang lainnya memiliki keduanya. Model utama
dari vernier calliper memiliki knurled screw untuk mendapatkan penyetelan(adjustment)
yang tepat setelah rahangnya menyentuh pada bidang kerja. Kebanyakan model vernier
memiliki lamp screw pada bagian rahang yang bisa bergerak, gunanya untuk menahan
posisi ukuran jadi bisa dibaca walaupun sudah tidak pada bidang kerja. Biasanya memiliki
ukuran dari (15 to 30 cm) dengan panjang 6 sampai 12 inch dan menggunakan satuan
inggris (inch) atau metric.
Vernier calipers adalah precision tool (tool untuk ketelitian) yang dipergunakan dalam
pembuatan, inspeksi, dan perbaikan komponen kendaran. Dipergunakan untuk mengukur
dengan akurat panjang pada bagian dalam dan luar. Cara untuk mempergunakan vernier
caliper yaitu letakkan caliper ke bidang kerja dan gerakkan rahangnya (moveable jaw)
sampai menyentuh bidang kerja. Kencangkan clamp screw dan pindahkan caliper dari
bidang kerja untuk dibaca hasil pengukurannny. Jika caliper memiliki adjustment screw yang
bagus, putar adjustment screw sampai rahangnya menyentuh bidang kerja dengan benar.
Lalu kencangkan clamp screw diatas vernier skala dan pindahkan caliper dari bidang kerja
untuk dibaca hasil pengukurannya. Vernier caliper juga deapat digunakan untuk mengukur
kedalaman.
MEASURING TOOLS
51
Vernier caliper terdiri dari fixed jaw dan frame atau batang (beam) panjang, dengan ukuran
skala yang tertulis pada beamnya. Sliding jaw (rahang yang dapat bergerak) menyatu
dengan vernier scale dapat bergerak di sepanjang frame. Gunakan clamping screw untuk
mengepaskan pada setingan yang diinginkan.
Sliding jaw dapat diadjust (diatur) sepanjang frame dengan knurled thumb screw. Dalam
melakukan pengukuran bagian dalam (internal measurement) Vernier calipers memerlukan
perlakuan khusus. Bersihkan vernier caliper setelah anda selesai mempergunakannya,
olesi dengan protective oli yang sesuai dan simpan dalam kotak tertutup.
MEASURING TOOLS
52
Cara Membaca Metric Vernier
Prinsip pembacaan metric vernier dengan keakuratan 0.02 milimeter, sebagai berikut:
Skala Utama
Skala utama dituliskan dengan nilai millimeter dan tiap 10 milimeter diberi angka.
Skala Vernier
Skala vernier dibuat 49 millimeter panjang dan dibagi menjadi 50 garis yang sama besar.
Jadi panjang tiap bagian, sama dengan 1/50 dari total panjang (49 milimeter). Jadi :
1/50 x 49 milimeter = 0,98 milimeter
MEASURING TOOLS
53
Satu garis pada main scale sama dengan satu milimeter. Sedangkan satu garis vernier
sama dengan 0.98 milimeter. Hal ini berarti niali skala vernier 0.02mm lebih pendek
dibandingkan dengan skala utama.
1mm – 0.98mm = 0.02mm
Dari sketsa diatas tiap garis dari vernier memiliki selisih 0.02 milimeter dari skala utama.
Reading a Metric Vernier
Cara baca metric vernier dengan ketelitian 0.02 milimeter sebagai berikut:
· Baca main scale (skal utama) kearah kiri dari posisi nol vernier, dalam millimeter.
· Sekarang lihat pada vernier scale (skala vernier).
· Tandai garis vernier yang tegak lurus(segaris) dengan main scale (skala utama).
MEASURING TOOLS
54
Tiap garis dari vernier scale menggambarkan pembagian 0.02 mm lebih kecil dari main
scale(skala utama) oleh karena itu kalikan jumlah garis pada vernier scale dengan 0.02
dan tambahkan ke hasil pembacaan pada skala utama.
Sketsa diatas menunjukkan pembacaan pada vernier. Ada 37 garis pada sisi sebelah kiri
nilai nol pada main scale(skala utama) yang nilainya sama dengan 37 milimeter. Garis ke
33 dari vernier tegak lurus (segaris) dengan skala utama, yang berarti :
33 x 0.02 yang sama dengan 0.66mm.
Sekarang tambahkan 0.66mm ke pembacaan pada skala utama (37mm) yang menghasilkan total
pembacaan 37.66mm.
Pada metric verniers tertentu memiliki vernier scale 49mm panjang dan tiap garis ke lima dari
vernier diberi angka 1 sampai 10.
Tiap pembagian garis dari vernier scale ini bernilai 0.02, jadi pada garis ke lima bernilai 5 x
0.02 sama dengan 0.1mm maka diberi angka 1. pada garis ke 10 diberi angka 2. Pada
garis ke 15 diberi angka 3, dan seterusnya sampai akhir dari skala. Baca nilai skala dengan
cara sebagai berikut:
· Baca nilai pada main scala(skala utama).
· Baca nomor yang tertera pada vernier scala(skala vernier)
· Lengkapi pembacaan dengan menambahkan garis extra yang tiap garisnya bernilai
0,02.
MEASURING TOOLS
55
Contoh diatas menunjukkan vernier setting. Scala utama (main scale) terbaca 60
millimeter.
Vernier scale menunjukkan angka ke 5 yang berarti 0.5mm, ditambah 3 garis tambahan
yang berarti 3 x 0.02 sama dengan 0.06mm.
Jadi total perhitungan adalah
60.0
+ 0.5
+ 0.6
= 60.56mm
Beberapa vernier memiliki main yang dibagi menjadi millimeter dan setengah millimeter,
Dengan vernier scale dibuat 24.5mm panjang dan dibagi menjadi 25 bagian yang sama
besar. Panjang tiap pembagian vernier yaitu seper duapuluh dari 24.5mm yang besarnya
sama dengan 0.98 of a millimeter. Panjang tiap garis dari vernier 0.02 mm lebih pendek
dari pada panjang tiap garis millimeter dari main scale.
MEASURING TOOLS
56
Gambar 8o menunjukkan pembacaan vernier 0.02 millimeter. Dengan total panjang vernier
scale 24.5mm.
Terdapat 37 bagian pada main scale(sekala utama) ke arah bagian kiri dari nilai nol, yang
besarnya sama dengan 37mm. Juga terdapat garis bagian setengah millimeter yang setara
dengan 0.5mm.
37 + 0.5mm = 37.5mm
Ada delapan garis vernier yang berada disebelah kiri garis yang segaris dengan main scale.
Kalikan 8 garis ini dengan 0.02 yang setara dengan 0.16 dan tambahkan hasil perhitungan
ini ke hasil pembacaan pada main scale(skala utama).
Main scale 37.5
Vernier scale 0.16
Total Pembacaan 37.66mm
Cara Pembacaan vernier dalam Inch (Imperial Vernier)
Prinsip kerja vernier dengan ketelitian pembacaan seperseribu inch dijelaskan sebagai
berikut: Satu inci pada main scale (skala utama) dibagi menjadi sepuluh bagian(garis)
dengan besar yang sama, yang mewakili nilai sepersepuluh inch (0,1’). Setiap garis yang mewakili
0.1’ dibagi lagi menjadi empat bagian (garis), yang mewakili nilai seper empatpuluh inch.
1’/40 = 25’/1000 = 0,025’
MEASURING TOOLS
57
Vernier dibuat dua puluh empat per empat puluh sepanjang satu inch dan dibagi menjadi
duapuluh lima bagian. Maka panjang tiap bagian adalah :
1/25 dari total panjang 24’/40 = 24’/1000 = 0,024’
Panjang dari tiap bagian pada skala utama(main scale) adalah 0.025” , dan panjang dari
tiap bagian dari skala vernier (vernier scale) 0.024”. Oleh karena itu panjang dari tiap
garis pada skala vernier adalah 0.001 inch lebih pendek dari skala utama (main scale).
MEASURING TOOLS
58
Cara Membaca Inch Vernier
Cara membaca vernier dengan ketelitian seperseribu inch adalah sebagai berikut:
Baca skala utama (main scale) sebelah kiri dari angka nol pada skala vernier (vernier
Scale) dalam inch, pulhan dan duapuluh lima per seribu (0,025).Hal ini menggambarkan
pembacaan langsung dari mistar dalam sepuluh dan empat puluh inch.
· Sekarang lihat pada skala vernier (vernier scale).
· Tandai garis para vernier yang tegak lurus dengan garis pada skala utama (main
scale).
Angka pada garis ini merupakan merupakan angka perseribu yang nilainya dimasukkan
pada skala utama.
Pada gambar diatas menunjukkan pembacaan vernier.Terdapat dua garis inch pada sisi
sebelah kiri angka nol . Juga 8 pada pembagian utama (major divisions).
8 x 0.1 = 0.8
ditambah dua garis pada minor division 2 x
0.025 = 0.050
Garis vernier yang tegak lurus dengan garis pada skala utama (main scale) adalah garis ke
tiga. Yang berarti bernilai 0,003. Masukkan hasil pembacaan ini pada pembacaan
sebelumnya.
Total pembacaan adalah 2.0
· 0.8
· 0.050
· 0.003 = 2.853”
MEASURING TOOLS
59
Untuk membuat graduasi angka lebih besar dan untuk lebih memudahkan pembacaan,
beberapa vernier memiliki main scale (skala utama)dalam satu inch dibagi menjadi
duapuluh bagian, yang menjadi 0,050”. Skala vernier (vernier scale) dibuat 49/20 pada
panjang satu inch dan dibagi menjadi 50 bagian.
1/50 dari 49/20 = 49/1000
atau dalam nilai desimalnya 0.049
Panjang tiap garis pada skala utama (main scale) adalah 0.050. Skala vernier (vernier
scale) tiap garisnya memiliki panjang 0.049.
Hal ini memberikan perbedaan panjang 1/1000 atau 0,001 inch antara garis pada skala
utama(main scale) dan garis pada skala vernier (vernier scale).
Sketsa diatas menunjukkan pembacaan vernier. Ada 2 inch penuh pada sebelah kiri nilai
nol vernier. Juga terdapat 8 penuh garis mayor, yang berarti :
8 x 0.1 = 0.8
Ditambah satu garis minor yang berarti = 0.050
Garis ke 3 dari vernier tegak lurus dengan garis pada skala utama (main scale), yang
berarti 3 x 0,001 = 0,003, masukkan nilai ini ke pembacaan :
Total pembacaan 2.0
+ 0.8
+ 0.050
+ 0.003
= 2.853
MEASURING TOOLS
60
VERNIER HEIGHT GAUGE
Figure 89
Vernier height gauge adalah pengembangan dari vernier caliper. Frame (batang) yang
terdapat nilai pembacaan diletakkan pada posisi vertical dan dihubungkan dengan ground
base yang akurat. Cara pembacan vernier ini sama dengan cara pembacaan vernier
calipers, kecuali pembacaan diambil dari movable jaw ke base. Height gauge normalnya
digunakan pada permukaan yang rata atau pada meja. Vernier ini didesain untuk
keakurasian penandaan (accurate marking) dan untuk pemeriksaan tinggi. Depth gauge
dan scribing blade adalah penambahan (attachments) yang dihubungkan/diikat pada
bagian pembacaan (measuring bar) dari height gauge.
Dial calliper Dibuat berbentuk jepitan kaku (fixed jaw) dan batang (beam) atau frame dan
terdapat skala pengukuran pada frame tersebut. Skala pengukurannya memiliki nilai
keakuratan yang kecil. Dial kecil yang bergerak disepanjang frame meliki nilai kekuratan
lebih kecil dari pada skala pengukuran (measuring scale) pada frame. Screw digunakan
untuk memposisikan jaws (jepitan) pada posisi yang tepat, Jaw dapat bergerak disepanjang
frame, dan dapat diadjust(diatur) dengan screw yang lain.
MEASURING TOOLS
61
Dial diperbesar untuk menggambarkan proporsi dari tiap garis pada skala utama (main
scala). Satu putaran penuh pada dial menunjukkan jarak satu garis pada main division
pada skala utama (main scale), dial bergerak mengikuti pergerakan rahang.
Cara membacadial pada dial type vernier sebagai berikut:
· Tandai garis main division di sebelah kiri dari movable jaw (rahang yang dapat
bergerak).
· Sekarang baca dan masukkan hasil pembacaan pada pembacaan skala utama (main
scale).
Sketsa diatas menunjukkan pembacaan pada tipe dial metric caliper, yang membaca
dengan keakuratan 0,05 milimeter. Pada skala utama (main scale) menunjukkan 30mm.
Pada dial menunjukkan nilai 4mm ditambah 14 garis bagian yang menunjukkan 14 x 0.05 =
0.70mm.
Total pembacaan adalah 30.0mm
· 4.0mm
· 0.7mm
= 34.7mm
MEASURING TOOLS
62

VERNIER PROTRACTORS
Vernier protractors adalah busur derajat (protractors) yang memiliki vernier graduated scale
untuk memungkinkan diatur lebih akurat. Pada umumnya vernier protactor memberikan
keakuratan 5 menit yang merupakan 1/12 derajat.
Prinsip kerja dari vernier protractor dijelaskan sebagai berikut :
· Main scale (skala utama) dari protractor bergradasi hingga 360 derajat, dibaca dari
dari 0 ke 90 ke 0, lalu balik ke 90 ke 0.
· Vernier scale dibuat melingkupi arc (busur) 23 derajat. Yang dibagi menjadi 12
bagian. Panjang tiap sudut pada tiap garis adalah 1/12 dari total busur 23 derajat.is
made to cover an arc of 23 degrees of the main scale.
1/12 dari 23 adalah23/12
sama dengan 1 11/12
Panjang dari garis bagian pada skala utama (main scale) adalah 2 derajat. Oleh karena itu
panjang garis bagian vernier adalah 1/12 derajat lebih pendek daripada panjang garis
bagian pada skala utama.
2° = 1 1 1/12 = 1/12
= 60/12
= 5
MEASURING TOOLS
63
CARA PEMBACAAN VERNIER PROTRACTOR
Seperti yang terlihat pada gambar skala vernier (vernier scala) dapat dibaca kearah kanan
dan kearah kiri nilai nol. Jika anda membaca skala utama pada arah berlawanan jarum jam
(anticlockwise) dari angka nol, lanjutkan pembacaan vernier skala pada arah berlawanan
jarum jam juga. direction, Selalu pastikan pembacaan skala vernier dimasukkan pada pembacaan
skala utama. Pembacaaan vernier protactor ke 1/12 derajat, adalah sebagai berikut :
Baca derajat dari skala utama pada bagian atas nilai nol vernier.
Sekarang lanjutkan pembacaan vernier skala secara tepat. Catat nilai dari garis vernier
yang tegak lurus dengan skala utama.
Tiap garis pada skala vernier 5 menit, kalikan jumlah garis dari skala vernier dengan 5,
masukkan hasil pengukuran vernier(dalam menit) ke derajat skala utama.
Gambar diatas memperlihatkan vernier protactor yang telah diset sudutnya. Pada skala
utama membaca 52 derajat diatas garis nol vernier. Lanjutkan pembacaan, terlihat bahwa
garis kesembilan dari vernier tegak lurus dengan skala utama, jadi nilai pembacaannya:
9 x 5’ = 45 menit
Masukkan nilai ini ke pembacaan skala utama 52º. Total nilai pembacaan vernier protractor
adalah 52º 45’.
MEASURING TOOLS
64
Kegunaan umum outside micrometer adalah untuk mendapatkan hasil pengukuran yang
bagus. Tekanan yang terlalu berlebihan selama udjustment akan menyebabkan kesalahan
pengukuran dan rusaknya tool. “Feel “ yang benar dan tekanan yang randah harus dilakukan
ketika mempergunakan micrometer. Micrometer yang besar dan yang spesial berbeda bentuknya.
Setelah bagian anvils diletakkan pada bidang kerja, kencangkan kunci spindle yang terletak pada
rangka.Hal ini mencegah pergerakan spindle ketika pembacaan pengukuran dilakukan.
Micrometer-micrometer adalah alat ukur yang memungkinkan pengabilan pengukuran
dengan akurat.
Outside micrometer digunakan untuk mengukur :
· Outside diameter (diameter luar)
· Ketebalan bahan, dan
· Panjang benda
Outside micrometer tersedia dalam berbagai ukuran rangka. Micrometer dengan berbagai
ukuran memiliki batasan ukuran pada panjang tread spindlenya.
range (tingkatan ukuran) dari 0 sampai 25 milimeter. Bagian-bagian dari
micrometer adalah : Frame (rangka), Anvils, Spindle and thread, Sleeve atau
barrel dan Thimble.
MEASURING TOOLS
65
Figure 99 – Spindle Locks
Knurled collar atau lever kecil pada rangka dapat digunakan untuk mengunci spindle pada
barrel. Setelah anvils diset pada bidang kerja yang akan diukur, kencangkan spindle
locknya. Hal ini mencegah pergerakan spindle ketika dilakukan pembacaan skala
micrometer. Ingatlah untuk mengendorkan clamp sebelum pembacaan selanjutnya.
PRINSIP MICROMETER
Prinsip pembacaan micrometer dengan ketelitian 0,01 milimeter dijeleskan sebagai berikut:
· Tahan frame 0-25 mm outside micrometer, antara ibu jari dan jari telunjuk tangan kira.
between the thumb and first finger of your left hand. Pertahankan graduasi sleeve ke
arah anda.
· Longgarkan spindle lock.
· Gunakan jari dan ibu jari tangan kanan anda untuk memutar knurled kearah
berlawanan jarum jam (anticlockwise). Ini akan menggerakkan spindle ke arah
kanan.Gerakan ini akan membuka angka graduasi sleeve.
MEASURING TOOLS
66
· Lihat celah antara anvils. Yang sama dengan panjang garis datum yang terlihat.
· Lihat garis datum pada sleeve. Yang nilainya bergraduasi ke satu millimeter dan
setengah millimeter, dari nol ke 25 mm dan tiap 5 milimeter diberikan angka.
· Putar thimble sampai nol yang sejajar dengan garis datum. Catat posisi garis pada
sleeve.
· Putar thimble satu putaran penuh. Thimble akan bergerak sepanjang satu garis dari
skala sleeve. Hal ini karena jarak antar puncak thtread pada spindle adalah setengah
millimeter. Dua putaran thimble menggerakkan spindle satu millimeter.
· Lihat graduasi di sekeliling timble. Ada 50 garis gradasi dan tiap 5 garis diberi angka.
MEASURING TOOLS
67
· Sekarang bersihkan permukaan anvils dengan kain bersih.
· Putar thimble kearah dalam frame sampai anvils saling bersentuhan.
– Rapatkan anvils secara lembut. Never mempergunakan kekuatan.
– Biarkan sampai jari anda tergelincir pada bagian knurled dari thimble.
· Lihat pada skala. Seharusnya kedua skala menunjukkan nilai nol.
· Buka anvils dengan memutar thimble untuk membuka satu pada skala thimble.
Pergerakan anvil :
= 1/50 dari satu putaran penuh
= 1/50 dari ½ mm
= 0.01 mm.
MEASURING TOOLS
68
· Lanjutkan memutar thimble sampai garis ke sepuluh yang segaris/setingkat dengan
garis datum.
· Tahan micrometer. Dengan melihat anvils secara seksama anda seharusnya dapat
melihat celah kecil yang berjarak 0.1 milimeter.
Figure 106
· Lanjutkan memutar sampai garis ke 50 dari timble segaris dengan garis datum.
Anvils sekarang berjarak 0,5 mm, garis graduasi/tingkatan dari sleeve sekarang
dapat dilihat.
MEASURING TOOLS
69
Figure 107
~ Putar sekali lagi thimble untuk membuka anvils 1milimeter.
Jika anda mendapatkan micrometer tidak pada posisi nol ketika anvils saling bersentuhan
dan yakin dalam keadaan bersih, artinya micrometer perlu untuk diadjust
Tanya supervisor anda. Supervisor anda akan menjelaskan bagaimana cara mengadjust
micrometer.
Cara baca 0-25 mm metrik micrometer sebagai berikut:
~ Baca barrel scale, angka millimeter pada barel dapat dilihat dengan jelas.
MEASURING TOOLS
70
· Tambahkan setengah millimeter yang terlihat dengan jelas.
· Catat nilai pada timble yang segaris dengan garis datum.
· Masukkan hasil pembacaan thimble reading ke hasil pembacaan barel.
MEASURING TOOLS
71
Pada gambar diatas menunjukkan gambar pembacaan micrometer.
Angka barel yang paling dekat dengan timble yang terlihat adalah 5 milimeter. Juga terlihat
sgaris graduasi 0.5 milimeter. Garis ke 12 dari skala timble sejajar dengan garis datum.
Maka hasil pembacaan :
MEASURING TOOLS
72
Prinsip pembacaan micrometer dengan ketelitian seperseribu inch dijelaskan seperti
berikut ini. Pada inch micrometer satu inc skala barrel dibagi menjadi 10 garis. Tiap
garis/bagian dibagi lagi menjadi 4 garis/bagian yang bernilai 1/40 inch.
Catatan : 1”/40 = 0,025 inch
Thread pada memiliki 40 thread per inch. Satu putaran penuh timble akan menggerakan
spindle sejauh satu garis pada skala utama.
Sekarang lihat garis graduasi pada timble. Ada 25 garis dan tiap lima garis diberi angka.
Atur nilai nol timble bersebrangan dengan garis datum pada barrel. Catat posisi garis pada
skala utama.
Putar thimble sejauh satu garis bagian. Hal ini akan menggerakkan spindle 1/25 putaran
dari total putaran 1/40.
1/25 dari 1”/40 adalah 1”/1000 yang senilai desimal 0,001
Satu garis pada thimble menggerakkan spindle sejauh 0,001 inch.
Putar thimble sejaur 25 garis bagian.
NOTE:
Garis bagian selanjutnya pada skala utama sekarang dapat terlihat.
MEASURING TOOLS
73
Cara Membaca Inch Micrometer
Baca nilai barrel skala utama dari titik nol sampai bagian ujung dari barrel, Angka dari 10
garis bagian yang terlihat jelas sampai batas thimble.
· Baca garis minor tambahan 0.025 yang terlihat jelas.
· Lihat pada skala thimble untuk melengkapi pembacaan.
· Catat dari ke 25 garis yang mana yang segaris dengan garis datum dari skala utama.
· Masukkan nilai pembacaan ini ke pembacaan skala utama.
Sketsa diatas menunjukkan micrometer yang telah diatur untuk pembacaan.
Dari nol, baca kearah kanan ada 2 garis mayor (major division).
2 x 1/10 = 0.2
Juga terlihat satu garis minor (minor division).
Jadi 1 x 0.017 = 0.017
Jadi total pembacaan adalah :
0.2
+0.025
+ 0.017
= 0.242
MEASURING TOOLS
74
Cara Penggunaan Outside Micrometers
Figure 117
Keterampilan diperlukan ketika mempergunakan micrometer untuk mendapatkan
pengukuran yang tepat. Kelebihan tekanan pada saat penyetelan (adjust) akan
mengakibatkan :
· Pembacaan tidak akurat.
· Menyebabkan ketegangan pada daerah thread
· Merubah frame.
Pada saat anda mengatur anvils ke bidang kerja anda harus dapat meresakan tekanan
halus atau kekuatan ke permukaan bidang kerja. Kembangkan kepekaan rasa (feel) ini
dengan melakukan latihan yang teratur, Tulisan mengenai standar-standar pengukuran
yang akurat.
Beberapa micrometer memiliki spring-loaded ratchet, Yang akan memastikan pengaturan
tekanan secara konstan. Pengukuran yang akurat dapat dihasilkan dengan bentuan ratcet,
yang akan menjaga micrometer tetap kwadran (square) ke bidang kerja.
MEASURING TOOLS
75
Cara mengukur menggunakan outside micrometer adalah sebagai berikut :
· Pegang outside micrometer dengan tangan kanan anda, dengan nilai pembacaan
pada skala utama menghadap ke anda.
· Tahan/sanggah frame menggunakan telapak tangan anda. Gunakan jari kelingking atau
jari manis untuk menahan frame ke telapak tangan.
· Tempatkan jari tengah dibelakang frame.
· Gunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk mengatur knurled thimble.
MEASURING TOOLS
76
~
· Biarkan ibu jari dan jari telunjuk slip pada knurled thimble untuk mendapatkan
tekanan/pressure yang tepat.
· Gerakkan benda kerja perlahan antara anvils atau melewatkan micrometer melebihi
benda kerja dengan cara menggerakkan pergelangan tangan.
· Atur thimble lebih lanjut sampai mendapatkan nilai rasa “feel” yang tepat.
Ketika anda telah merasa mendapatkan “feel” yang tepat pada persentuhan benda kerja,
lakukan hal berikut: When you are satisfied with the feel of the anvils against the work,
proceed as follows:
· Angkat jari anda dari thimble Remove your fingers from the thimble.
· Putar micrometer kearah anda.
· Baca hasil pengukuran.
MEASURING TOOLS
77
Terkadang kita akan merasa lebih nyaman memegang micrometer dengan kedua tangan
dengan cara:
· Menyanggah frame diantara jari-jari dan jempol tangan kiri; lalu
· Menggunakan jempol dan jari tangan kanan untuk mengatur thimble.
Mintalah supervisor anda untuk memperagakan posisi ini.
LARGE MICROMETERS (MICROMETER BESAR)
Large outside micrometers (micrometer besar) dengan anvils yang dapat diganti-ganti
panjangnya yang memungkinkan untuk mengukur barbagai ukuran. Micrometer terdiri atas
normal barrel, spindle dan thimble dengan frame yang besar. Anvil pada frame dapat
dilepas dengan tidak mengapit tapi tahan pada posisinya. Dengan memilih anvil yang
sesuai memungkinkan untuk mengambil pengukuran lebih dari nol sampai nilai maksimum
dari frame micrometer. Penggantian anvil harus dilakukan dengan hati-hati. Yakinkan
locating face pada frame dan collar pada extended anvil dalam keadaan bersih dan bebas
dari kotoran.
MEASURING TOOLS
78
Test bars satu paket dengan micrometer. Selalu lakukan test pembacaan dengan
menggunakan test bar antara anvil-anvil sebelum melakukan pengukuran dengan
micrometer.
SPECIAL MICROMETERS
Beberapa micrometer memiliki anvils dengan desain khusus untuk tujuan tertentu, seperti
mengukur :
· Ketebalan dinding tabung (tubing).
· Ketebalan kertas.The thickness of paper sheet
· Diameter puncah dari screw threads.
Mintalah supervisor anda untuk menunjukkan tujuan penggunaan special micrometer pada
tempat kerja.
DIGITAL MICROMETER
Penggunaan digital micrometer pada prinsipnya sama dengan micrometer-micrometer lain,
dan micrometer ini langsung memberikan hasil pembacaan pengukuran pada dial yang
terletak di frame.
Nilai pada dial :
Membuat micrometer lebih cepat dan mudah untuk dibaca :
· Memastikan keakuratan pengukuran.
· Membantu mengurangi kesalahan pembacaan.
· Inside Micrometer
MEASURING TOOLS
79
Inside micrometer terbuat dari spindle dan thread, thimble, barrel, knurled finger grip,
adjustment nut, dan anvils pada tiap ujung. Ukuran (skala) yang dipergunakan untuk
membaca ukuran (measuring scale) terletak pada barrel dan yang lainnya terletak
thimble.Thimble berputar dan bergerakkan bagian anvils. Bagian anvils merupakan bagian
yang kontak dengan permukaan. Dengan batang extension, inside micrometer dapat
mengukur inside diameter (diameter dalam) dengan ukuran yang besar. Terdapat barbagai
macam ukuran micrometer dengan berbegai ukuran extension rod. Penggunaan berkala
dari inside micrometer diperlukan untuk memperoleh penguikuran yang benar.
Inside micrometer adalah tool yang dipergunakan untuk mengukur dimensi dalam dengan
tingkat keakuratan yang tinggi. Dipergunakan untuk mengukur diameter dalam, memeriksa
kerataan permukaan dan untuk mengukur dimensi dalam yang lain.
Untuk mengukur dimensi dalam, inside micrometer tanpa extension rod harus pas pada
lubang. Selanjutnya ditambahkan dengan extention rod jika dipelukan. Timble diputar jadi
anvilnya bersentuhan dengan sisi-sisi, dan jaraknya terbaca pada skala.
Yakinkan untuk menambah panjang extension rod ke pembacaan skala. Ketika extension
rod dihubungkan, yakinkan untuk menegecek kenolan pengukuran dengan
mempergunakan outside micrometer. Micrometers adalah alat ketelitian dan harus
dipergunakan dengan hati-hati. Inside micrometer bukan utuk digunakan berbagai tujuan
tetapi untuk mengukur dimensi dalam yang kecil. Jangan memperpanjang anvil melebihi
kapasitasnya. Jangan memaksa inside micrtometer ke bidang kerja yang tidak sesuai
dengan ukurannya (kekecilan).
MEASURING TOOLS
80
Gambar 127 memperlihatkan contoh dari Inside Micrometers.
Cara Memasang (Installing) Extension Pada Inside Micrometer
Figure 128
Inside micrometer dilengkapi dengan satu set extension rod untuk mengukur berbagai macam ukuran.
· Paskan extension rod ke inside micrometer seperti berikut.
· Pilih extension rod yang sesuai untuk mencakupi jarak yang diinginkan.
· Longgarkan clamping screw pada sleeve.
· Pindahkan extension rod yang lain ke dalam box tertutup.
· Bersihkan permukaan extension rod yang baru dan permukaan micrometer.
· Masukkan rod ke badan micrometer dengan mengeluarkan anvil berbentuk kurva.
· Tekan pertmukaan ke ujung micrometer.
· Kencangkan clamping screw untuk menahan rod pada posisinya.
Periksa zero setting dari inside micrometer dengan mengukurnya menggunakan outside
micrometer yang seukuran.
MEASURING TOOLS
81
Cara Mempergunakan Inside Micrometer
Gunakan inside micrometer untuk mengukur diameter lubang seperti berikut :
· Paskan extension rod agar sesuai dengan ukuran lubang yang akan diukur.
· Tahan badan micrometer antara jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan anda.
· Sanggah ujung yang lain dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri anda.
· Letakkan tangan kiri anda pada permukaan bidang kerja yang akan diukur dan tahan
dan tahan extended anvil untuk menyentuh hanya permukaan bagian dalam lubang.
· Dengan extended anvil sebagai poros (pivot), Gerakkan badan micrometer pada
lubang.
– Ujung anvils merupakan radius untuk memberikan jara (clearance) pada saat
posisi ditahan.
· Putar micrometer thimble dengan ibu jari dan jari telunjuk anda sampai merasakan anvil
menyentuh permukaan bidang kerja.
· Gerakkan anvil beberapakali pada berbagai posisi untuk meyakinkan pengukuran
yang diambil merupakan bagian tengah lubang.
· Lanjutkan untuk mengatur thimble sampai terasa tekanan yang lembut pada anvil
seperti ketika anvil melewati bidang kerja.
· Ketika puas dengan rasa “feel” yang diperoleh, pindahkan micrometer dari lubang
dengan hati-hati.
· Baca pengukuran yang terlihat pada barrel.
· Tambahkan pembacaan micrometer ke panjang extension rod yang telah digunakan,
maka diperoleh ukuran lubang.
MEASURING TOOLS
82
Konstruksi dari inside micrometer tidak mengijinkannya untuk digunakan mengukur lubang
yang ukurannya lebih kecil dari panjang keseluruhan barrel dan anvils.
Untuk mengukur lubang dengan diameter yang lebih kecil dengan akurat dapat digunakan
telescopic bore gauge.
Cara Membaca Inside Micrometer
Langkah 1 : Baca skala horizontal ke arah kiri dari tepi thimble (jarak tiap tanda
adalah 0.50 mm).
Langkah 2 : Baca skala thimble yang segaris dengan skala horizontal (tiap tanda =
0.01mm).
Langkah 3 : Hitung ukuran micrometer.
17.50
+0.14
+100.00
= 117.64mm
Langkah 4 : Lakukan semua langkah-langkah untuk mendapatkan hasil pengukuran.
MEASURING TOOLS
83
Cara Membaca Inside Micrometer dengan Extension
Langkah 1 : Get the reading (See “How to Read an Inside Micrometer” on page 69.).
Langkah 2 : Lalu tambahkan panjang extention untuk mendapatkan hasil pengukuran.
117.64
Depth micrometer adalah micrometer khusus. Micrometer ini memiliki bentuk sperti inside
micrometer tetapi depth micrometer memiliki block (frame) rata dengan permukaan yang
halus. Bagian yang rata terhubung dengan bagian akhir barrel atau extention rod. Bagianbagian
dari depth micrometer adalah anvil, spindle dan thread, barrel, thimble, dan frame.
Berlawan arah frame terdapat cap screw yang digunakan utuk menahan extention rod
pada tempatnya. Timble diputar untuk menggerakkan anvil yang akan menyentuh dasar
lubang, sementara frame pada bagian atas lubang. Extension rod mengijinkan depth
micrometer mengukur tingkat kedalaman yang lebih besar.
Depth micrometer digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, kedalaman lekukan, dan
ketinggian tepi. Untuk mengukur kedalaman lekukan atau lubang, periksa extension rod
yang digunakan sesuai dengan kedalaman yang akan diukur. Yakinkan permukaan frame
dalam keadaan bersih dan halus. Tahan frame yang melintang pinggir lekuk atau lubang
dengan jari telunjuk dan jari tengah dengan satu tangan. Gunakan tangan lain untuk mengatur
(adjust) thimble sampai anvil menyentuh dasar celah atau lubang. Pindahkan tangan anda dari
thimble dan baca skala micrometer dengan hati-hati. Jika extension rod digunakan, yakinkan
untuk memeriksa posisi nol pada skala pengukuran dengan menggunakan outside micrometer.
MEASURING TOOLS
84
Carta mengganti extension rod pada depth micrometer adalah sebagai berikut:
· Tahan bagian bawah knurl pada thimble dengan kuat antara ibu jari dan jari telunjuk
tangan kiri anda.
· Gunakan ibu jari dan jari tengah anda untuk melonggarkan knurled clamp dengan
memutarnya berlawanan arah jarum jam (anticlockwise).
· Lepaskan clamp dari thimble.
· Pindahkan rod yang terpasang dengan cara menariknya hingga keluar dari thimble
dan tempatkan pada kotak tertutup.
· Pilih panjang extension rod yang sesuai pada bidang kerja yang akan diukur.
· Periksa dengan hati-hati kebersihan locating face yang terletak pada bagian akhir
thimble dan pundak dari extension rod.
· Masukkan rod ke thimble dan tekan kebawah sampai ke locating face.
· Pasang knurled clamping cap.
· Kencangkan clamp dengan jari sampai terikat kuat.
MEASURING TOOLS
85
Cara Menggunakan Micrometers
Cara penggunaan depth micrometer untuk mengukur kedalaman cerukan adalah :
· Periksa extension rod fitted is suitable for the depth to be measured.
· Bersihkan permukaan micrometer frame dan area yang akan diukur.
· Sanggah frame melintangi pinggiran ceruk.
· Tahan frame dengan kuat pada bagian permukaan atas dengan jari telunjuk dan jari
tengah tangan kiri anda.
· Gunakan jari dan ibu jari tangan kanan anda untuk mengatur thimble sampai bagian
ujung extension rod menyentuh dasar ceruk.
· Biarkan jari dan ibi jari anda slip pada bagian knurled dari thimble untuk mendapatkan
rasa(feel) yang tepat.
– Tekan kuat pada frame dengan tangan kiri anda. Kalau rod dikencangkan kebawah
cendrung mengangkat frame dan memberikan ketidak akuratan pembacaan.
· Pindahkan jari-jari anda dari thimble dan baca setelan pada skala micrometer.
MEASURING TOOLS
86
Catatan :
Graduasi pada depth micrometer belawanan arah skala pada outside micrometer. Hal ini berarti
nilai pembacaan adalah pada bagian yang tertutup pada saat micrometer dipanjangkan.
Cara Membaca Depth Micrometer
Catatan:
Skala pada gauge ini berlawanan arah jika dibandingkan micrometer lain.
Langkah 1 : Nilai pembacaan pada skala horizontal tidak terlihat – barada diwah
thimble (jarak antara tiap garis adalah 0.50mm).
Langkah 2 : Baca skala thimble yang segaris dengan skala horizontal.(tiap garis =
0.01mm).
Langkah 3 : Tambahkan langkah 1 dan 2 untuk mendapatkan pembacaan diatas.
27.50
+0.07
= 27.54mm
MEASURING TOOLS
87
Pembacaan Depth Micrometer dengan Long Rod
Langkah 1 : baca depth micrometer (lihat “cara membaca depth micrometer”).
Langkah 2 : Tambahkan panjang rod untuk mendapatkan nilai pengukuran.
27.57
+50.00
=77.57mm
Cara Menggunakan Depth Micrometer dengan Long Rod
Langkah 1 : Putar untuk pengaturan.
Langkah 2 : Atur sampai rod kontak ke bidang kerja.
Langkah 3 : Baca ukurannya (“Cara baca Depth Micrometer dengan Long Rod”).
MEASURING TOOLS
88
Telescoping gauge memiliki handle yang dihubungkan ke bagian berbentuk palang (cross
piece). Anvils yang menyentuh sisi permukaan yang akan diukur adalah pada bagian cross
piece. Salah satu anvil memiliki spring yang membuatnya tetap menyentuh permukaan.
ujung anvil dibuat berbentuk bundar untuk memberikan “feel” yang bagus pada lubang yang
akan diukur.
Gauge terdiri dari handle yang dihubungkan ke fixed contact yang didalamnya terdapat
springloaded telescopic plunger. Ujung dari plunger dan contact menyentuh bidang kerja
dingan posisi radius untuk memberikan jarak yang tepat pada lubang yang akan diukur.
Telescopic plunger dapat dikunci pada posisinya dengan cara memutar knurled
thumbscrew.
Cara menggunakan telescopic bore gauge as follows :
· Tekan plunger dan masukkan gauge ke dalam lubang.
· Biarkan plunjer memanjang sesuai dengan ukuran lubang.
· Kencangkan locking screw.
– garakkan gauge berlahan melewati diameter sampai didapatkan ”feel” yang tepat.
· Kunci plunger dan pindahkan gauge dari lubang dengan hati-hati.
· Ukur ukuran lubang dengan mengukur panjang plunjer menggunakan outside
micrometer.
Figure 144
Ingat “feel” yang sama harus diperoleh pada micrometer seperti perasaan pada gauge
didalam lubang.
MEASURING TOOLS
89
Telescoping gauge dibuat dengan berbagai ukuran.
Cara Mengukur Diameter Lubang Mempergunakan
Telescoping Gauge
Langkah 3 : Longgarkan lock nut.
Langkah 4 : kencangkan lock nut.
MEASURING TOOLS
90
Langkah 5 : Miringkan gauge kedepan.
Langkah 6 : Pindahkan gauge.
Langkah 7 : Ukur dengan menggunakan vernier caliper atau micrometer.
MEASURING TOOLS
91
Dial indicator memiliki round face dengan cap screw pada bagian atas dan contact point
Yang bekerja menggunakan spring yang menggerakkan jarum pada dial. Contact point
bergerak didalam tube (barrel) dengan menggunakan rack. Sistim gear (gear train)
dihubungkan ke rack untuk menggerakkan jarum (needle) pada dial. Zero clamp terletak
pada ujung dial dan clamp ini menempatkan dial pada posisi nol. Dial indicator digunakan untuk
mengukur dimensi dan pergerakan kecil, untuk memeriksa kehalusan permukaan flat atau
round, dan untuk mengecek kerataan permukaan. Dial indicators akan bekerja ketika diberikan
pressure pada contak point.
Setiap pergerakan needle(jarum) disebabkan oleh pergerakkan rack yang terhubung
dengan gear train kemudian ke needle. Sebelum dial digunakan, gunakan rule atau surface
gauge untuk assemble work dengan tingkat keakuratannya tinggi. Yakinkan dial indicator
disanggah. Gunakan indicator hanya pada mesin atau permukaan yang halus daln letakkan dial
indicator pada posisinya sehingga contact point mendapatkan pergerakkan langsung.
Gunakan dial indicator dengan jarak yang kecil. Pergerakkan secara tiba-tiba pada contat
point dapat menyebabkan kerusakan padfa dial indicator. Jangan tekan contact point pada
jarak pergerakan penuh.pergerakkan Use the dial indicator over as small a range of
movement as possible.
Gambar151 adalah dial indicator dengan magnetic base.
MEASURING TOOLS
92
Cara Mengatur Tool (Adjusting a Tool)
Langkah 1 : Letakkan gauge pada permukaan yang bersih.
Langkah 2 : Lepas lock nut (a) dan pindahkan indicator kearah tool.
Langkah 3 : Longgarkan lock nut (b) dan adjust indicator sehingga plunger menyentuh bagian
cutting edge(ujung yang terpotong) dari tool.
Langkah 4 : Kencangkan lock nut (b).
Langkah 5 : gerakkan indicator sampai jarum pada dial membuat 2 putaran penuh.
Langkah 6 : Kencangkan lock nut (a).
MEASURING TOOLS
93
Langkah 7 : Putar dial ke posisi nol dan kencangkan dial lock nut.
Langkah 8 : Adjust tool
How to Check the Alignment of a Fixture and Spindle
Centrelines
MEASURING TOOLS
94
Langkah 3 : Putar dial ke posisi nol
Langkah 4 : Putar fixture dengan tangan.
Langkah 5 : Gerakkan fixture sampai jarak jarum setengah jarak ke angka nol.
Langkah 6 : Putar dial ke posisi nol
Langkah 7 : Putar fixture dengan tangan.
MEASURING TOOLS
95
Cara Membaca Dial Indicator
Langkah 1 : Cari angka yang paling dekan dengan jarum pada dial kecil.
Langkah 2 : Baca dial besar (Tiap garis -0.02 mm).
Langkah 3 : Jika jarum bergerak kearah kanan atau sisi “-“, kurangi nilai pembacaan:
14.00
-0.72
= 13.28mm
Jika jarum bergerak kearah kiri atau sisi “+”, tambah kan ke pembacaan 1.I
Figure 161
Dial bore gauge group merupakan dial gauge Yang menggunakan satuan Inggris atau
metric. Rod(batang) dihubungkn ke dial gauge, SPRING digerakkan oleh tip yang terletak
dibagian ujung rod. Attachment ini digunakan untuk mengukur berbagai besaran lubang.
Lubang berulir di ujung digunakan untuk menyambungkan attachment. Panjang attachment
akan berubah jika lubang yang akan diukur berubah. Di ujung atas dial ada cup screw
MEASURING TOOLS
96
yang digunakan untuk me-nol-kan jarum penunjuk. Satu set master gauge digunakan
dengan dial bore gauge group. Umumnya, dial bore gauge digunakan untuk mengukur
valve guide dan diameter lubang.
Untuk mengukur valve guide, harus dipasang attachment yang tepat dan kemudian
penunjukan dial harus di-nol-kan dengan menyetel master gauge dan cap screw. Baru
kemudian dial bore gauge dapat dimasukkan ke valve guide.
CATATAN:
Gauge ini mudah rusak, jadi gunakan dengan hati-hati.
Cara me-nol-kan Gauge
Figure 163
Temukan ukuran yang tertera. Hasil pengukuran master ring haruslah
sama dengan yang tertera padanya, jika tidak atur jarumnya hingga
menunjukkan angka yang sama.
MEASURING TOOLS
97
Step 1:
NOTE:
Dial hand pada posisi “rest point” ketika gauge tidak pada lubang.
Langkah 1 : Letakkan gauge ke master set ring.
Langkah 2 : Secara berlahan gerakkan gauge kedepan dan kebelakang
Hentikan ketika dial hand pada posisi pembacaan yang paling rendah.
Langkah 3 : Lepaskan pengunci dial (dial lock).
Langkah 4 : Putar dial dengan tangan hingga posisi jarum pada posisi nol
MEASURING TOOLS
98
Langkah 6 : Kancangkan dial lock.
catatan:
zero setting (setting pada nilai nol) dapat bergerak, jadi seringlah mengecek dan menyeting
ulang jika zero setting bergerak.
Cara Memeriksa Ukuran Lubang
Step 1 : Cari toleransi pada buku manual. Dan cari toleransi pada gauge.
MEASURING TOOLS
99
Figure 169
Step 4: Diameter akan terbaca pada penunjukan dial terkecil. Putar gauge
sekitar 90º.
MEASURING TOOLS
Figure 168
Masukkan gauge kedalam lubang.
Miringkan gauge perlahan kedepan dan
kebelakang.
100
Step 2:
Step 3:
Mitingkan gauge perlahan kedepan dan kebelakang untuk mendapatkan
pembacaan terkecil.
Geser gauge ke dasar lubang dan periksa pembacaannya.
Pembacaan terkecil.
Jika semua pembacaan masuk toleransi, diameter dapat diterima.
Jika pembacaan diluar toleransi, maka diameter tidak dapat diterima.
Catatan:
Jika jarum bergerak lebih dari satu putaran, lubang tersebut terlalu kecil
Catatan:
Dial bore gauge digunakan hanya untuk mengecek ukuran. Gauge yang berbeda digunakan
untuk mengecek kebundaran dan ketirusan.
MEASURING TOOLS
Step 5:
Step 6:
101
Master ring gauges adalah potongan baja kecil yang berbentuk silinder dengan lubang
ditengah. Penggunaaan diameter lubang dan jenis silinder berubah tergantung pada dial
bore gauge. Ukuran lubang biasanya tertulis pada sisi silinder.
Master ring gauge digunakan dengan dial bore gauge group. The master gauge digunakan
untuk memeriksa keakuratan dial bore gauge. Juga digunakan untuk menggerakkan kenol-
an pada dial scala ke posisi jarum ketika attachment telah dihubungkan dan dial bore
gauge dimasukkan ke master ring gauge. Tekanan pada tip menyebabkan jarum bergerak.
Zero setting (Nol setting) dengan master ring gauge digunakan untuk memeriksa jika valve
guide atau actual bore sesuai dengan ukuran maka dial akan terbaca. Kebanyakan dial bore
dapat digunakan untuk mengukur ukuran lubang, ketirusan atau komponen yang sudah tidak
bundar. Dial bore gauge harus dihubungkan ke penyangga yang kaku untuk mencegah getaran
dan ketidakakuratan pembacaan. Gunakan dial bore gauge untuk mengukur ukuran yang lebih
kecil dari jarak maksimumnya.